Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Salah Satu Pangkalan LPG 3 Kg di Surabaya Ini Sempat Terjadi Antrean

Salah Satu Pangkalan LPG 3 Kg di Surabaya Ini Sempat Terjadi Antrean
Pembeli gas melon Surabaya saat membeli di pangkalan. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pangkalan gas melon di Surabaya sempat terjadi antrean, Selasa (4/2/2025). Hal ini buntut kebijakan pemerintah melarang pengecer jual tabung gas melon, 1 Februari kemarin dan hari ini dianulir oleh Presiden Prabowo. 

Salah satu pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Kampung Malamh Tengah I, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Agus Subiantoro (55) mengatakan, setiap pagi sejak Senin (3/2/2025) pangkalannya diserbu pembeli. Mereka mengantre mengular di depan tempat dagangannya.

"Antre tadi, tapi Alhamdulillah dapat semua, mulai kemarin (antre). Orang-orang mulai subuh sudah antri, kalau sore gak ada (antrian)," ujar Agus ditemui IDN Times. 

Pantauan IDN Times di lapangan, sekitar pukul 12.00 WIB, sudah tidak ada antrean di pangkalan tersebut. Tetapi, pembeli gas melon silih berganti berdatangan. Mereka rata-rata membawa lebih dari dua tabung gas, namun yang dilayani Agus rata-rata hanya dua tabung saja. 

Agus menyebut, setidaknya sejak pagi tadi dia sudah menjual 350-400 tabung. Maksimal tabung yang ia jual untuk satu pembeli adalah empat.

"Paling banyak tak kasih empat tabung biar semua dapat. Ada yang belj lebih dari itu, iya, tapi berhubung yang antri banyak ya harus dibagi supaya gak keos," jelasnya.

Biasanya dalam sehari, pangkalannya mendapat kiriman satu truk tabung gas melon dari agen. Satu truk itu berisi sekitar 350 gas melon.

"Satu hari saya dapat satu truk isi 350. Setiap hari langsung dari agen," jelasnya. 

Menurut dia, kebijakan pembatasan penjualan LPG ini cukup mempersulit masyarakat. Apalagi, bila ada masyarakat yang kehabisan gas malam-malam yang biasa datang ke warung, karena ada kebijakan itu jadi harus datang ke pangkalan.

"Iya pengaruh. Kalau gak boleh ngecer masa orang habis (LPG) malam-malam ndodok (ketok)  rumahku, kan gak mungkin," kata dia.

Ia berharap agar pemerintah membenahi sistem pendistribusian LPG 3 kg. Sebab, ada beberapa pangkalan tak mendapatkan LPG. 

"Kalau saya sih dibenahi pendistribusiannya biar semua rata, soalnya kelihatannya lain tempat gak ada. Alhamdulillah tempat saja ada," pungkas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khusnul Hasana
EditorKhusnul Hasana

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya

27 Jun 2026, 19:55 WIBNews