Surabaya, IDN Times – Kasus hilangnya seorang perempuan asal Bogor, DH (30), bersama anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, berujung tragis. Polisi mengungkap keduanya diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan DBM, suami siri DH, yang kini telah ditangkap di Kota Madiun.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan keluarga yang kehilangan kontak dengan ibu dan anak tersebut. Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada DBM, warga Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Pelaku ditangkap pada Minggu (25/10/2026).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa hilangnya kedua korban berkaitan dengan dugaan pembunuhan.
“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata hilangnya korban disebabkan karena terjadi pembunuhan yang dilakukan suami siri dari perempuan,” ujar Roy, Senin (26/10/2026).
Roy bilang, pembunuhan itu terjadi di salah satu kamar Hotel Mataram Baru, Jalan Dr Soetomo, Kota Madiun, pada Selasa (20/10/2026). DBM diduga terlebih dahulu membunuh DH, kemudian menghabisi nyawa AG yang masih berusia empat tahun.
“Peristiwa pembunuhan cukup sadis. Pertama pelaku melakukan pembunuhan terlebih dahulu terhadap istri siri di kamar hotel di Madiun, baru membunuh anaknya,” jelas Roy.
Setelah membunuh kedua korban, DBM diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membawa jasad mereka ke pekarangan rumah. Polisi mengungkap adanya dugaan upaya pembakaran dan penggunaan mesin penggilingan daging untuk menghancurkan jasad korban.
“Untuk menghilangkan jejak pelaku membakar korban di pekarangan rumah dan dimasukkan di dalam penggilingan daging dan dibakar lagi, serta rencana dibuang ke laut,” ungkap Roy.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti. Penyidik juga masih mencari potongan tulang yang diduga berkaitan dengan kedua korban di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi proses penyidikan.
Terkait motif, polisi menduga pembunuhan tersebut dilatarbelakangi dendam yang berawal dari persoalan rumah tangga. Perselisihan disebut muncul setelah istri sah DBM berkomunikasi dengan DH hingga terjadi cekcok antara korban dan pelaku.
Meski demikian, penyidik masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa secara menyeluruh, termasuk mengumpulkan bukti untuk memperjelas tindakan yang diduga dilakukan DBM.
