Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ruas Tol Gending - Besuki Dikebut, Bakal Fungsional saat Mudik Lebaran
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat tinjau tol Prosiwangi. Dok. Pemprov Jatim.
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memastikan ruas Tol Probolinggo–Situbondo, khususnya segmen Gending–Besuki, akan dibuka secara fungsional mulai H-10 Lebaran 2026 untuk mendukung arus mudik.
  • Pengerjaan tol dikebut 24 jam agar siap digunakan sementara, dengan sistem buka-tutup di beberapa titik yang masih dalam tahap penyempurnaan dan perataan permukaan jalan.
  • Pembukaan fungsional ini diharapkan mengurai kemacetan jalur Pantura serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Situbondo dan wilayah Tapal Kuda sekitarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Situbondo, IDN Times - Kabar baik bagi pemudik dan warga Tapal Kuda. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan ruas Tol Probolinggo - Situbondo akan dibuka secara fungsional mulai H-10 Lebaran 2026. Ruas yang difungsikan mencakup jalur Gending hingga Besuki.

Kepastian itu disampaikan Emil saat meninjau langsung progres pembangunan Tol Probolinggo - Situbondo - Banyuwangi yang meliputi ruas Gending - Kraksaan, Kraksaan - Paiton, hingga Paiton - Besuki, Rabu (25/2/2026).

Menurut Emil, pengerjaan saat ini dikebut 24 jam untuk mengejar target pembukaan fungsional jelang arus mudik Idul Fitri. Waktu menuju H-10 Lebaran tersisa sekitar 13 hari.

“Ini semua sedang difinalisasi. Teman teman bekerja 24 jam. Mudah-mudahan pembukaan fungsional ini bisa memperlancar arus mudik warga,” ujarnya.

Ruas yang akan dibuka secara terbatas itu dinilai sangat strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur Pantura Probolinggo - Situbondo yang selama ini menjadi salah satu titik krusial saat musim mudik. Pembukaan tol Gending - Besuki diproyeksikan memangkas waktu tempuh sekaligus menekan potensi kemacetan panjang.

“Pembukaan fungsional ini sangat ditunggu warga karena bisa memangkas jarak dan mengurangi kemacetan. Namun setelah Lebaran, ruas ini akan kembali ditutup untuk penyempurnaan hingga memenuhi persyaratan operasional penuh,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Emil melihat langsung progres finalisasi ruas Paiton - Besuki yang dikenal sebagai akses menuju Gerbang Tol Situbondo Barat. Meski mainroad telah rampung, sejumlah titik masih dalam tahap penyempurnaan sehingga diberlakukan sistem buka-tutup.

“Mainroad sudah selesai. Tapi ada beberapa titik yang perlu disempurnakan, termasuk pembongkaran lapisan beton agar permukaan jalan lebih rata,” jelasnya.

Ruas paket 3 sepanjang 25,7 kilometer ini memiliki tingkat kesulitan tinggi karena harus membelah perbukitan. Secara teknis, proyek ini disebut cukup kompleks. Namun di balik tantangan konstruksi tersebut, bentangan jalan tol ini menawarkan panorama laut dari ketinggian.

Emil optimistis, pembukaan fungsional tol ini tidak hanya berdampak pada kelancaran mudik, tetapi juga akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan Situbondo dan sekitarnya.

“Semoga ini bisa menunjang perekonomian di Situbondo dan memperkuat konektivitas wilayah Tapal Kuda,” pungkasnya.

Editorial Team