Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Warga Ponorogo Geruduk PN Tipikor Surabaya Jelang Vonis Sugiri
Warga Siman, Ponorogo, Joko Susilo saat ditemui di PN Tipikor Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Sekitar 150 warga Ponorogo tiba di PN Tipikor Surabaya dengan tiga bus untuk memberi dukungan moral kepada Bupati nonaktif Sugiri Sancoko jelang pembacaan vonis.
  • Perwakilan warga berharap majelis hakim menjatuhkan putusan terbaik, termasuk vonis ringan atau bebas, serta menyatakan dukungan dan doa bagi Sugiri.
  • Warga menilai Sugiri dekat dengan masyarakat dan programnya mendorong UMKM, pedagang, alun-alun, serta wisata; langkah hukum selanjutnya diserahkan kepada penasihat hukumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sekitar 150 warga Ponorogo mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, Selasa (11/8/2026). Mereka datang untuk memberikan dukungan moral kepada Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko yang menjalani sidang pembacaan vonis.

Massa tersebut datang menggunakan tiga bus dari Ponorogo. Mereka berangkat sejak pagi dan berkumpul terlebih dahulu di sekitar Masjid Agung Ponorogo sebelum bertolak menuju Surabaya.

Warga Siman, Ponorogo, Joko Susilo, mengatakan kedatangan mereka murni untuk memberikan dukungan kepada Sugiri yang tengah menghadapi perkara hukum.

"Perkiraan sekitar 150-an (orang). Kami berangkat setengah enam pagi dan berkumpul di Masjid Agung sebelah barat alun-alun Ponorogo," ujarnya saat ditemui di PN Tipikor Surabaya.

Menurut Joko, warga berharap majelis hakim memberikan putusan terbaik bagi Sugiri. Ia bahkan berharap Sugiri dapat kembali memimpin Ponorogo.

"Kami memberikan dukungan moral kepada Kang Giri, Kang Sugiri Sancoko. Kami berharap mudah-mudahan putusan hari ini memberikan sesuatu mukjizat bagi kami warga Ponorogo," katanya.

Joko mengklaim kondisi perekonomian Ponorogo dirasakan berbeda setelah Sugiri tidak lagi memimpin daerah tersebut. Ia menyinggung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menurutnya tidak lagi berkembang seperti sebelumnya.

"Setelah tidak dipimpin Pak Giri, Ponorogo itu perekonomiannya ibarat bahasa Ponorogo ini sambat. UMKM juga tidak bisa berjalan atau maju seperti dulu," katanya.

Ia menilai Sugiri memiliki kedekatan dengan masyarakat selama memimpin Ponorogo. Menurutnya, tidak ada jarak antara Sugiri dengan warga sehingga berbagai keluhan masyarakat dapat didengar langsung.

"Pak Sugiri itu merakyatnya luar biasa. Antara pimpinan dan masyarakat itu betul-betul tidak ada gap. Apa pun yang kita keluhkan, beliau betul-betul selo-selo mendengar," ungkapnya.

Joko juga menyebut sejumlah program Sugiri dinilai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk upaya menghidupkan pedagang serta pengembangan kawasan alun-alun hingga destinasi wisata.

"Untuk terobosan-terobosan mengangkat perekonomian itu luar biasa, menghidupkan pedagang-pedagang. Sekarang untuk alun-alun sampai di desa, termasuk wisata, masyarakat merasakan tidak seperti dulu lagi," tuturnya.

Massa yang datang ke Surabaya berharap Sugiri mendapatkan vonis ringan, bahkan bebas dari perkara yang menjeratnya. "Betul sekali. Kami berharap yang terbaik untuk Kang Giri," tegas Joko.

Meski demikian, Joko mengatakan warga menyerahkan langkah hukum selanjutnya kepada tim penasihat hukum Sugiri apabila putusan majelis hakim tidak sesuai harapan.

"Kalau itu kami serahkan ke tim pengacara. Kami hanya bisa memberikan dukungan secara moral dan doa yang terbaik untuk Kang Giri," katanya.

Joko mengaku sempat bertemu dan bersalaman dengan Sugiri sebelum persidangan. Pertemuan tersebut, menurutnya, berlangsung haru karena warga masih berharap Sugiri mendapatkan hasil terbaik dalam persidangan.

"Kami merasa haru, juga tetap sedikit banyak, meskipun minim sekali, kami tetap berharap yang terbaik," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article