Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puluhan Sapi di Ngawi Mati Mendadak 

Puluhan Sapi di Ngawi Mati Mendadak
Peternak mengubur sapi sapi yang mati akibat Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). IDN Times/ Istimewa.
Share Article

Ngawi, IDN Times – Kabupaten Ngawi di Jawa Timur, kembali dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Dalam dua pekan terakhir, puluhan sapi dilaporkan mati mendadak, sementara ratusan lainnya sakit tanpa penanganan medis yang memadai. Wabah ini menyebabkan para peternak lokal merugi dan masa depan mereka mengkhawatirkan.

Wabah PMK kali ini melanda Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, dan Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar. Tikno (70), seorang peternak di Bangunrejo Lor, kehilangan anak sapi berusia sembilan bulan pada Sabtu (28/12/2024). Sapi yang sebelumnya sakit dan tidak mau makan itu ditemukan mati di kandang. Saat ini, tiga ekor sapi miliknya yang lain juga terjangkit penyakit serupa.

“Mulai sakit nggak mau makan, terus mati mendadak,” ungkap Aini, anak Tikno, sembari menunjukkan video seekor anak sapi yang tergeletak lemas sebelum akhirnya mati. Gejala yang tampak meliputi berliur berlebihan dan luka di kuku, tanda khas PMK.

Nasib serupa juga dialami Suyono (73), peternak di Desa Kawu. Dua ekor sapi miliknya, termasuk satu sapi betina yang sedang hamil, mati dalam dua hari berturut-turut. Kerugian yang dialami mencapai Rp30 juta. “Waktu pulang cari rumput, anak sapi saya sudah tergeletak. Besoknya induknya ikut mati,” ujar Suyono dengan nada sedih.

Data Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi mencatat, sebanyak 125 sapi telah terinfeksi PMK, dengan 35 di antaranya mati. Para peternak terpaksa menjual sapi yang sakit dengan harga jauh di bawah pasaran atau menanggung risiko kehilangan seluruh ternak mereka.

Kepala Desa Bangunrejo Lor, Tardi, mendesak pemerintah segera turun tangan menangani situasi ini. “Kalau sapi sakit dijual, harganya murah. Kalau dipertahankan, mati. Kami butuh solusi segera,” tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riyanto Tarah
EditorRiyanto Tarah

Latest News Jawa Timur

See More

Gus Ipul: Gedung SRMA Surabaya 90 Persen, Ditarget Siswa Pindah Juli

26 Jun 2026, 23:00 WIBNews