Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persiapan Nyaris 100 Persen, Menhaj Pastikan Jemaah Terbang 22 April
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Moch. Irfan Yusuf saat menghadiri kegiatan Manasik Haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Jawa Timur, pada Rabu (25/3/2026) (Dok. Media Center Haji)
  • Menhaj RI Moch. Irfan Yusuf menyatakan persiapan haji 1447 H/2026 M hampir rampung.

  • Pemerintah menetapkan kloter pertama jemaah haji Indonesia berangkat pada 22 April 2026.

  • Tahun ini diusung tagline 'Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan' dengan fokus layanan inklusif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Blitar, IDN Times – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Moch. Irfan Yusuf, membawa kabar baik bagi para jemaah haji asal Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M saat ini telah mencapai hampir 100 persen. Pernyataan melegakan ini disampaikan langsung oleh Menhaj saat menghadiri kegiatan Manasik Haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Jawa Timur, pada Rabu (25/3/2026).

Di hadapan para jemaah, pemerintah daerah, dan tokoh agama setempat, Menhaj merinci bahwa seluruh aspek layanan fundamental di Tanah Suci telah beres.

"Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan. Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95%," papar Menhaj melalui keterangan resminya.

1. Kloter pertama terbang 22 April 2026

Ilustrasi - Koper jemaah haji kloter pertama Embarkasi Medan (IDN Times/Masdalena Napitupulu)

Dengan kesiapan logistik dan administrasi yang matang tersebut, pemerintah memproyeksikan pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026 mendatang.

Kemenhaj juga telah berkoordinasi dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk memastikan kelancaran distribusi kartu Nusuk, yang nantinya akan dibagikan langsung kepada jemaah saat berada di asrama embarkasi.

2. Hadirkan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan

Jemaah haji 2023 kloter pertama masuk Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (23/5/2023). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pada penyelenggaraan tahun ini, pemerintah secara resmi mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Menteri Haji berkata: “Kami memastikan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan”.

Menhaj mengingatkan bahwa komitmen pelayanan paripurna ini sejalan dengan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto yang membentuk kementerian khusus ini. Tujuannya tidak lain agar negara dapat menghadirkan pelayanan yang berpusat pada jemaah—sejak fase persiapan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Visi tersebut kemudian diejawantahkan melalui konsep 'Tri Sukses Haji', yakni sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban. Beberapa program strategis yang dikebut pemerintah meliputi efisiensi biaya haji tanpa memotong kualitas layanan, penyesuaian kuota yang adil berbasis antrean, penyiapan konsep 'Kampung Haji', hingga manuver mendorong ekspor produk lokal untuk memenuhi kebutuhan jemaah RI di Arab Saudi.

3. Doa bersama untuk kedamaian Timur Tengah

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Moch. Irfan Yusuf saat menghadiri kegiatan Manasik Haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Jawa Timur, pada Rabu (25/3/2026) (Dok. Media Center Haji)

Menyadari situasi geopolitik global yang sedang menghangat, Menhaj menutup arahannya dengan mengajak seluruh pihak untuk terus merapal doa. Ia meminta agar jemaah senantiasa menjadikan manasik sebagai bekal kedisiplinan dan kebersamaan.

“Kita semua berharap situasi di Timur Tengah tetap kondusif sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

Kegiatan manasik ini turut dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Abdul Haris, serta Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam.

Editorial Team