Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Permainan Tradisional Mulai Langka di Tengah Kemajuan Teknologi

Permainan Tradisional Mulai Langka di Tengah Kemajuan Teknologi
Permainan tradisional patok lele (IDN Times/Bambang Suhandoko)
Share Article

Madiun, IDN Times – Permainan tradisional sudah jarang dimainkan dan nyaris punah pada masa sekarang. Mayoritas anak-anak lebih menyukai aplikasi game online dan semacamnya pada piranti gadget. Pergeseran nilai pun terjadi, seperti kebersamaan ke individualis.

Kondisi ini hampir terjadi di setiap daerah. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Madiun. Egrang, petak umpet, enthek, gobak sodor, nekeran (main kelereng), dam-daman, dan sebagainya menjadi permainan langka.

"Semakin ditinggalkan sejak smartphone banyak digunakan, termasuk oleh anak-anak. Berlangsungnya sekitar 4 – 5 tahun terakhir," ujar Kepala Seksi Sejarah, Tradisi, dan Cagar Budaya, Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, Sugina, Jumat (4/6/2021).

1.Memiliki nilai luhur

Ilustrasi permainan tradisional. ANTARA FOTO/Akbar Tado
Ilustrasi permainan tradisional. ANTARA FOTO/Akbar Tado

Ia menyadari perkembangan teknologi tidak dapat dibendung. Namun, permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai positif juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Sebab, melalui sarana itu memudahkan pengembangan pendidikan karakter dan kemampuan motorik anak.

Dalam setiap permainan tradisional, Sugina melanjutkan, mengajarkan untuk menghargai orang lain, sportivitas, gotong royong, tanggungjawab, dan sebagainya. "Maka perlu dilestarikan," ujar dia kepada IDN Times.

2.Dimasukkan dalam mata pelajaran olahraga

IDN Times/Indah Permata Sari
IDN Times/Indah Permata Sari

Untuk itu, pihak Dikbud setempat melakukan sejumlah kegiatan untuk mempertahankan permainan tradisional. Salah satunya mengoordinir guru-guru mata pelajaran olahraga untuk mengajarkan olahraga tradisional di sekolah, seperti pencak silat, terompah panjang, egrang, dan gobak sodor.

Workhsop tentang itu kali terakhir dijalankan pada 2019. Adapun targetnya, kegiatan olahraga maupun permainan tradisional masuk dalam pembelajaran di kelas. Namun, upaya itu terkendala ketika pembelajaran tatap muka tak lagi dijalakan sebagai dampak pandemik COVID-19.

3.Mulai disiapkan di destinasi wisata lokal

Ilustrasi Game (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Game (IDN Times/Mardya Shakti)

Upaya lain yang dilakukan dengan menggandeng pelaku desa wisata. Setidaknya dua pengelola desa wisata telah berencana menyediakan fasilitas permainan tradisional. Ini setelah mendapatkan pelatihan dari petugas Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Madiun.

"Kami juga memiliki ide agar permainan tradisional dijadikan aplikasi di android yang dapat dimainkan secara online," ujar Sugina.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nofika Dian Nugroho
EditorNofika Dian Nugroho

Latest News Jawa Timur

See More

Gus Ipul: Gedung SRMA Surabaya 90 Persen, Ditarget Siswa Pindah Juli

26 Jun 2026, 23:00 WIBNews