Perahu Masih Menyala, Nelayan di Sumenep Ditemukan Tewas Tenggelam

- Seorang nelayan bernama Jaenal Arifin asal Desa Panloros, Talango, Sumenep ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang saat melaut pada Selasa, 24 Maret 2026.
- Perahu korban ditemukan lebih dulu oleh nelayan lain dalam kondisi mesin masih menyala tanpa awak, sementara peralatan pancing masih lengkap di atas perahu.
- Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah sekitar 1,15 mil laut dari lokasi perahu dan menutup operasi setelah evakuasi serta penyerahan jenazah kepada keluarga.
Sumenep, IDN Times – Tim SAR Gabungan mengevakuasi Jaenal Arifin (32) seorang nelayan warga Desa Panloros Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep dalam kondisi meninggal setelah sempat dikabarkan hilang, Selasa (24/3/2026). Jaenal dievakuasi usai dilakukan pencarian oleh Tim SAR.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak. Sementara peralatan pancing masih lengkap berada di atas perahu.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR, Nanang Sigit mengatakan, berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan tak jauh dari ditemukannya perahu korban.
"Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat," ujar Nanang.
Setelah proses pencarian, tim SAR menerima informasi bahwa nelayan sekitar telah menemukan jenazah Jaenal. Jenazah Jaenal ditemukan pada koordinat 7° 3' 59,892" LS dan 114° 1' 59,124" BT pukul 11.00 WIB.
"Lokasi penemuan tersebut berjarak kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi ditemukannya kapal milik korban," kata dia.
Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Talango dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. "Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui ambulans untuk dibawa ke rumah duka guna penanganan lebih lanjut" jelas Nanang.
Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup. "Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin," kata Nanang.
Basarnas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk penggunaan alat keselamatan diri serta memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan.
"Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, lebih baik bila nelayan mengecek dulu prakiraan cuaca, angin, dan tinggi gelombang sebelum melaut" pungkas Nanang.


















