Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 64,4 ton logistik diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026) malam.
Bantuan tersebut menjadi pengiriman gelombang kedua setelah sebelumnya Pemprov Jatim mengirimkan 8,4 ton bantuan pada 17 Agustus 2026. Dengan pengiriman kedua ini, total bantuan yang telah dikirim mencapai lebih dari 72 ton.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan gelombang kedua masih akan terus ditambah. Pemprov Jatim menargetkan total bantuan yang terkumpul dan dikirim ke NTT mencapai 100 ton.
"Jadi kita waktu itu (17 Agustus 2026) bisa kirim 8,4 ton. Dan malam ini yang sudah terkumpul sekitar 64 ton, kita punya target sampai dengan 100 ton," kata Khofifah saat melepas bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (20/8/2026).
Puluhan ton bantuan tersebut rencananya diberangkatkan menggunakan KM Dharma Rucitra VII dengan tujuan Pelabuhan Labuan Bajo, NTT. Setibanya di Labuan Bajo, bantuan akan diserahkan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT.
Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan.
Khofifah mengatakan bantuan yang dikirim bukan hanya berupa bahan makanan. Pemprov Jatim bersama BPBD dan sejumlah perangkat daerah juga mengonsolidasikan berbagai kebutuhan lain yang dinilai mendesak bagi warga terdampak.
"Cukup banyak yang kita kirim. Bukan cuma makanan, pakaian, dan peralatan mandi. Ada juga obat-obatan yang sudah diidentifikasi oleh tim dokter yang sudah lebih dulu kita kirim tanggal 17 Agustus lalu," katanya.
Pengiriman obat-obatan tersebut menjadi salah satu perhatian karena kebutuhan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa. Sebelumnya, Pemprov Jatim telah mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan warga terdampak.
Khofifah menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. Menurutnya, masyarakat NTT tidak boleh merasa menghadapi dampak gempa seorang diri.
"Tentu kita berharap bahwa ini bantuan kemanusiaan untuk saudara kita yang terdampak gempa di NTT, agar mereka merasa tidak sendirian, karena semua daerah Indonesia ini gotong royong membantu," tuturnya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan kerusakan dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.
Khofifah menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Ia berharap warga yang masih menjalani perawatan segera mendapatkan kesembuhan dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga.
"Semoga yang tertimpa musibah tetap semangat melanjutkan hidup mereka bersama keluarga. Yang meninggal semoga mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan, dan yang dirawat di rumah sakit segera sembuh," pungkasnya.
