Ojol di Surabaya Mengaku Dirundung Jukir, Dimediasi Armuji

- Ojol YGL mengaku dirundung, dilecehkan, dan mendapat perlakuan rasis oleh jukir D di rumah makan Jalan Kaca Piring, Surabaya.
- Aduan YGL ditindaklanjuti Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dengan mempertemukan korban, ibu korban, dan D di lokasi pada Rabu, 19 Agustus 2028.
- D menyebut tindakannya hanya bercanda lalu diminta meminta maaf dan tidak mengulangi perbuatan; ibu YGL mengaku masih marah serta belum menerima pengakuan tersebut.
Surabaya, IDN Times - Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinsial YGL (30) di Surabaya mengaku telah dirundung hingga dilecehkan oleh petugas parkir di sebuah rumah makan Jalan Kaca Piring, Ketabang, Surabaya. Pelaku berinsial D menyebut hal itu hanya bercanda.
Peristiwa tersebut diadukan korban kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Armuji menindaklanjuti aduan tersebut dengan menemukan korban dengan terduga pelaku di lokasi, Rabu (19/8/2028).
YGL datang bersama sang ibu, OSD. Di depan terduga pelaku dan Armuji, YGL mengaku dirinya yang sering mengambil makanan di tempat tersebut kerap mendapat perlakuan tidak pantas dari terduga pelaku. Terduga pelaku sering meminta YGL untuk melepas celananya.
"Iya, celana disuruh buka, ditanya kamu sudah sunat apa belum," ujar YGL di depan Armuji. Selain itu, YGL juga kerap mendapat tindakan rasisme.
Sementara itu, terduga pelaku yang dihadirkan di lokasi mangaku, apa yang dilakukan kepada YGL itu hanya bercanda. Ia juga mengatakan tak suka YGL mengadukan kejadian ini ke Armuji.
"Saya cuma bercanda. Enggak pernah saya bilang gitu (nyuruh buka celana), laporan kayak gini ya apa," ucap D.
Armuji kemudian menyuruh D untuk minta maaf kepada YGL. Ia juga diminta agar D tak lagi mengulangi perbuatannya.
"Ya selesai lah. Wong masalahnya sudah ditemukan, sudah saling memaafkan. Ini kan salah tompo (salah faham)," ucap Armuji.
Sementara itu, ibu YGL, OSD mengaku sempat takut saat bertemu pelaku. Ia khawatir sang anak akan mendapat perlakuan tidak baik.
"Kalau dari aku setelah dipertemukan itu jantungku deg degan takut anakku diapa-apain," ucapnya.
Selain itu, meski terduga pelaku telah meminta maaf, OSD masih belum terima. Terlebih, pelaku tidak mengakui telah merundung dan melecehkan YGL . "Ya marah, enggak terima," kata OSD.
Walau begitu, OSD mengaku tak mau banyak bertindak. Ia memasrahkan balasan pelaku kepada Tuhan. "Kalau de'e bercanda ya sudahlah, kalau sungguhan biar Tuhan yang balas," pungkasnya.



















