Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Api Bromo Padam: 1121 Hektare Hangus, Posko Tutup, Wisata Belum Buka

Kota Surabaya
Api Bromo Padam: 1121 Hektare Hangus, Posko Tutup, Wisata Belum Buka
Kawasan Gunung Bromo (pexels.com/Faisal Hendra)
  • Karhutla di kawasan Gunung Bromo menghanguskan sekitar 1.121 hektare. BPBD Jawa Timur menutup posko penanganan pada 18 Agustus 2026 setelah tidak ditemukan titik api masif.
  • Pengawasan tetap dilanjutkan TNBTS, didukung helikopter Pemprov Jatim dan pemantauan drone. Masyarakat diingatkan tidak membakar sampah atau lahan karena angin kencang berisiko memicu kebakaran baru.
  • TNBTS menyiapkan pemulihan berupa sosialisasi, perbaikan infrastruktur, dan reboisasi. Wisata Bromo belum dibuka karena masih menunggu kajian Kementerian Lingkungan Hidup dan TNBTS; penyebab kebakaran juga diselidiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang menghanguskan sekitar 1.121 hektare kini memasuki tahap pemulihan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) resmi menutup Posko Penanganan Bromo setelah penyisiran dan pembasahan dilakukan di sejumlah titik.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, posko penanganan resmi ditutup pada Selasa (18/8/2026) pukul 09.30 WIB. Penutupan dilakukan setelah tim gabungan memastikan tidak lagi menemukan titik api yang masif di kawasan terdampak.

“Sudah kita lakukan penyisiran maupun water bombing, pembasahan di beberapa titik. Sudah tidak ada titik api yang masif,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Meski posko ditutup, pengawasan terhadap kawasan Bromo tidak dihentikan. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan melanjutkan penyisiran secara mandiri. Jika ditemukan titik api yang berpotensi membesar, petugas TNBTS akan langsung melakukan pemadaman.

Sementara itu, satu unit helikopter milik Pemprov Jatim masih dikerahkan untuk melakukan pembasahan di sejumlah area Bromo.

Sedangkan helikopter dukungan BNPB mengakhiri operasi di Jatim. Helikopter tersebut selanjutnya dialihkan untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kemudian mendukung pemadaman kebakaran di Kalimantan Selatan.

Selain itu, pasca karhutla yang melanda kawasan Bromo, BPBD Jatim memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembersihan lahan dengan cara membakar secara sembarangan.

Gatot mengungkapkan, dalam pengecekan lapangan, petugas masih menemukan warga yang melakukan pembakaran sampah di lahan milik pribadi. Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran baru, terutama ketika kondisi angin cukup kencang.

“Sekecil api apapun kalau di Bromo dengan dukungan angin yang kencang ini bisa mengakibatkan kebakaran ataupun perluasan dampak kebakaran yang terjadi,” tegasnya.

Masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran. Api dapat disiram atau dipastikan bara tidak lagi menyala sebelum warga meninggalkan lokasi.

BPBD Jatim juga menggandeng masyarakat dan komunitas untuk memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran, terutama mengenai bahaya pembakaran sampah di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Lebih lanjut, setelah operasi penanganan kebakaran berakhir, TNBTS akan memulai sejumlah langkah pemulihan kawasan yang terdampak. Langkah tersebut mencakup sosialisasi kepada masyarakat, perbaikan sarana dan prasarana yang rusak akibat kebakaran, hingga reboisasi terhadap vegetasi yang hangus.

Gatot menyebut sejumlah infrastruktur, termasuk pipa milik pemerintah daerah maupun masyarakat, ikut terdampak kebakaran sehingga perlu diperbaiki. Pemantauan kawasan juga akan diperkuat menggunakan drone. Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan area terdampak sekaligus mendeteksi kemungkinan munculnya titik asap atau potensi kebakaran baru.

Sementara itu, penutupan posko tidak otomatis berarti kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan. Gatot menegaskan, keputusan pembukaan kawasan Bromo masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama TNBTS.

“Untuk pembukaan Bromo masih menunggu kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan TNBTS,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Gatot belum memberikan kepastian. Penyelidikan akan dikonsolidasikan antara TNBTS dan aparat penegak hukum. “Untuk penyelidikan belum kita bisa pastikan karena itu akan dilakukan konsolidasi antara TNBTS dan teman-teman penegak hukum,” ujarnya.

BPBD Jatim memastikan meski posko telah ditutup, seluruh unsur tetap berada dalam kondisi siaga. TNI, Polri, BPBD, TNBTS, dan unsur terkait dapat kembali bergerak bersama apabila ditemukan ancaman kebakaran baru.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More