Muktamar ke-35 NU: 200 Becak Listrik hingga Bus Disiapkan

- Panitia Muktamar ke-35 NU menyiapkan skema transportasi besar untuk melayani puluhan ribu peserta dan tamu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
- Armada mencakup 200 becak listrik, 15 golf cart untuk tamu kehormatan dan kiai sepuh, serta 100 mobil operasional dan kendaraan siaga.
- Peserta dijemput dari Bandara Juanda, Stasiun, dan Terminal Jombang; panitia berkoordinasi dengan instansi terkait serta akan meluncurkan call center informasi.
Jombang, IDN Times - Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan skema transportasi besar-besaran untuk melayani puluhan ribu peserta dan tamu yang akan menghadiri perhelatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Tak sekadar mengandalkan bus, panitia menyiapkan ratusan kendaraan dengan fungsi berbeda, mulai dari 200 becak listrik, 15 golf cart khusus tamu kehormatan dan kiai sepuh, hingga 100 mobil operasional dan kendaraan siaga.
Ketua Panlok Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menegaskan layanan transportasi tersebut diperuntukkan bagi seluruh muktamirin tanpa membedakan status, baik delegasi resmi maupun muhibbin yang datang dari berbagai daerah.
"Kita sambut dengan tim, insyaallah nanti seluruh muktamirin, baik peserta yang delegasi ataupun yang muhibbin akan kita angkut semua langsung ke Jombang," ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Panitia akan menerapkan sistem penjemputan dari sejumlah titik kedatangan. Peserta yang tiba melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, terutama rombongan dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, akan diarahkan menggunakan bus menuju Jombang.
Setibanya di lokasi, peserta baru akan didata dan dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing. "Jadi siapapun, pokoknya tujuannya untuk muktamar, kita angkut menggunakan bus. Setelah itu baru di sini kita pisah-pisah mana yang delegasi, mana rombongan," katanya.
Sementara peserta yang tiba melalui Stasiun Jombang maupun Terminal Jombang akan mendapatkan layanan mobil operasional yang telah disiapkan panitia. Dukungan transportasi juga datang dari Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU). Para alumni menyiapkan kendaraan pribadi yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk membantu penjemputan maupun operasional muktamar.
Untuk mobilitas tamu kehormatan dan para kiai sepuh, panitia menyiapkan 15 unit golf cart yang didatangkan dari Blitar. Kendaraan tersebut akan digunakan di area kegiatan yang nantinya disterilkan dari kendaraan umum.
Yang menarik, panitia juga menghadirkan 200 unit becak listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan di sekitar kawasan muktamar. Becak listrik tersebut akan membantu pergerakan peserta di area kegiatan yang cukup luas.
Selain itu, 100 mobil operasional dan kendaraan siaga disiapkan untuk menunjang kebutuhan logistik, mobilitas panitia, hingga kebutuhan peserta selama muktamar berlangsung.
Besarnya skema transportasi ini menunjukkan skala Muktamar Ke-35 NU yang diperkirakan akan dihadiri massa dalam jumlah besar. Panitia pun tidak ingin persoalan mobilitas menjadi hambatan bagi peserta untuk mengikuti rangkaian agenda muktamar.
Untuk memastikan seluruh sistem berjalan, panitia telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Angkasa Pura, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang.
Tak berhenti pada penyediaan armada, panitia juga menyiapkan pusat informasi khusus. Call center resmi akan diluncurkan untuk memudahkan peserta mendapatkan informasi terkait penjemputan, transportasi, maupun berbagai layanan selama muktamar.
"Akan kita siapkan call center khusus terkait informasi. Nanti akan kita rilis call center, wajib itu," pungkas Gus Rozaq.



















