Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Periksa Tabung Elpiji 50 Kg Terkait di Ledakan Pakuwon City

Kota Surabaya
2 min read
Polisi Periksa Tabung Elpiji 50 Kg Terkait di Ledakan Pakuwon City
Suasana ruko San Antonio Pakuwon City, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Polisi mendalami penyebab ledakan di ruko N1-62 kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, dengan olah TKP yang berfokus pada dapur lantai satu.

  • Barang bukti berupa tabung elpiji 50 kilogram beserta selang, kompor satu tungku, dan kipas angin dibawa untuk diperiksa Bidlabfor Polda Jatim.

  • Ledakan di rumah makan pada 6 Oktober 2026 melukai lima karyawan, merusak 58 ruko dan rumah, serta belasan kendaraan di sekitar lokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Polisi tengah mendalami penyebab ledakan yang terjadi di kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo Surabaya, Selasa (6/10/2026). Sementara, polisi membawa tabung elpiji 50 kilogram dari dalam ruko yang diduga menjadi penyebab ledakan.

Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Tri Hartanto mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP difokuskan pada ruko nomor N1-62 yang diduga menjadi titik kemunculan ledakan.

"Dan dari hasil olah TKP ini, kami juga sudah menemukan beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan ledakan ini, dan semuanya masih dalam proses pemeriksaan oleh Bidlabfor Polda Jatim," ujarnya di lokasi.

Sejumlah barang bukti yang telah dibawa polisi untuk dilakukan pemeriksaan itu di antaranya adalah satu tabung elpiji dengan volume 50 kilogram, kompor gas satu tungku dan kipas angin. "Iya (selang tabung gas), satu bagian dengan elpiji," ucapnya.

Ditanya apakah ledakan tersebut dipicu adanya api, Sukris belum bisa memastikan. Hal tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan polisi. "Masih dalam proses, masih dalam proses analisa," terang dia.

Pihaknya juga belum bisa memastikan, apakah sebelum ledakan terjadi sedang ada aktivitas memasak atau tidak. Yang jelas, ledakan berasal dari dapur di lantai satu.

"Karena itu perlu waktu, nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik. Cukup ya. Nggih, matur nuwun," ucapnya.

Ledakan diduga karena kebocoran gas elpiji ini terjadi di sebuah rumah makan kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Setidaknya ada lima orang karyawan mengalami luka bakar dari kejadian tersebut.

Sebanyak 58 bangunan berupa ruko dan rumah di sekitar lokasi rusak parah hingga ringan. Tak cuma itu, belasan kendaraan yang terparkir dan melintas juga mengalami kerusakan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More