Kala Pagi Tenang di Pakuwon City Diguncang Ledakan

Ledakan mengguncang Jalan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa pagi, merusak parah ruko rumah makan serta memicu kepanikan dan evakuasi warga.
Polisi menduga ledakan berasal dari kebocoran tabung elpiji 50 kilogram di Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri; bau gas tercium sebelum kejadian dan tidak ditemukan bahan peledak.
Lima orang terluka dan dirawat di RS Haji serta dr Soetomo, sementara 41 bangunan mengalami kerusakan; polisi masih menyelidiki penyebab pasti, termasuk kemungkinan unsur kesengajaan.
Surabaya, IDN Times - Pukul 07.00 pagi, Selasa (6/10/2026) Jalan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya mulai terlihat sibuk. Hari yang cerah itu terasa hangat untuk memulai aktivitas. Tapi, suasana pagi yang tenang itu seketika berubah menjadi gaduh kala suara ledakan keras menghantam lingkungan elit itu.
Beberapa detik kemudian, suasana menjadi tak karuan. Kompleks pertokoan porak poranda. Kepanikan terjadi di mana-mana. Pecahan kaca, asbes, kanopi, besi, serpihan tembok, bercecer ke jalan-jalan dan banyak titik lain.
Rupanya ledakan itu berasal dari salah satu ruko rumah makan Nasi Tempong. Sebuah ruko bercat hijau muda itu rusak parah, toko di samping kanan dan kirinya terdampak juga.
Rangga (23) yang sedang menyiapkan hidangan untuk pengunjung rumah makan tempatnya berkerja terkejut melihat ruko di depannya meledak. Banyak orang berlarian ke arahnya. Mereka terluka, berdarah sampai gosong wajahnya.
"Pas ledakan (ruko) kita langsung kena (kaca rusak dan pecah), yang di atas itu kayak mau roboh," kata dia.
Tak lama petugas dari BPBD, Damkar hingga ambulans datang. Mereka mengevakuasi sejumlah korban.
Beberapa saat kemudian polisi tiba, ada Inafis juga tim penjinak bom (Jibom) Gegana Polda Jatim. Mereka mengamati, memeriksa satu persatu lokasi kejadian. Garis polisi pun dipasang sampai membuat jalanan tertutup sepenuhnya.
Polisi bilang, ledakan terjadi diduga berasal dari kebocoran gas elpiji 50 kilogram sebuah rumah makan Nasi Tempong Dewi Sri. Bau gas tercium sebelum ledakan terjadi.
"Saat ini di TKP juga sudah kita lakukan olah TKP dan meyakinkan. Sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak. Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Sementara, ada lima orang mengalami luka-luka. Mereka menjalani perawatan perawatan di rumah sakit Haji dan dr Soetomo Surabaya.
"Ada empat korban laki-laki. Kemudian satu korban perempuan sudah dirawat di rumah sakit Haji. Dan mudah-mudahan segera diberikan sembuh," kata Luthfie.
Bukan cuma itu, ada 41 bangunan mengalami rusak ringan dan berat. Bangunan itu ada ruko dan juga rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
"Sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat, dan terus kita akan dalami kembali," kata Luthfie.
Ia memastikan bahwa saat ini kondisi ruko dan sekitarnya dipastikan aman. Gas dalam tabung elpiji tersebut juga sudah kosong. "Artinya gasnya memang sudah keluar semua," Luthfie memastikan.
Tetapi polisi masih terus mendalami kejadian ledakan tersebut untuk memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk unsur kesengajaan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
















