Surabaya, IDN Times - Pemprov Jawa Timur (Jatim) memastikan perhatian tidak hanya diberikan kepada keluarga korban meninggal dalam insiden KMP Virgo Transport 8. Korban yang selamat juga mendapat santunan dari pemerintah provinsi sebagai bentuk dukungan setelah musibah tersebut.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp10 juta. Sementara korban yang selamat mendapat santunan Rp5 juta per orang.
Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani mengatakan, pemberian santunan ini merupakan arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pemprov memastikan warga Jatim yang menjadi korban insiden KMP Virgo Transport 8 mendapat perhatian, baik mereka yang meninggal maupun yang berhasil selamat. “Atas arahan Ibu Gubernur Khofifah, semua warga Jatim yang menjadi korban KMP Virgo akan diberikan santunan,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).
Novi menegaskan santunan diberikan berdasarkan kondisi korban. Bagi korban yang meninggal dunia, bantuan diserahkan kepada keluarga atau ahli waris. Sementara korban yang selamat juga mendapatkan bantuan untuk mendukung kebutuhan mereka setelah insiden tersebut.
“Semua dapat. Baik yang dinyatakan meninggal dunia, kami berikan kepada keluarga ahli waris, dan untuk korban yang selamat juga diberi,” katanya.
Hingga Rabu (22/9/2026), Dinsos Jatim telah menyalurkan santunan kepada delapan korban selamat. Masing-masing menerima Rp5 juta. Novi menyebut bantuan tersebut menjadi bagian dari kehadiran Pemprov Jatim dalam menangani dampak insiden KMP Virgo Transport 8.
Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga telah menemui keluarga korban meninggal dunia untuk menyampaikan perhatian dan dukungan pemerintah. “Ini salah satu rangkaian perhatian Ibu Gubernur. Kalau pekan lalu Ibu Gubernur datang kepada korban meninggal, sekarang Pemprov Jatim juga hadir untuk korban yang selamat,” kata Novi.
Meski demikian, proses pendataan korban masih berlangsung. Dinsos Jatim masih melakukan validasi terhadap warga Jatim yang menjadi korban, termasuk mereka yang selamat dan telah kembali ke daerah asal secara mandiri.
Novi membeberkan, pendataan menjadi tantangan karena sebagian korban yang selamat mendapatkan bantuan transportasi dari Gubernur Kalimantan Selatan untuk kembali ke daerah masing-masing. Kondisi tersebut membuat sebagian data korban belum sepenuhnya terpetakan.
“Kita akan mencari data karena ada beberapa korban yang sudah diberi transportasi oleh Gubernur Banjar, sehingga pulang secara mandiri. Kita agak kehilangan data, tetapi Insya Allah kita akan menghubungi Dinas Sosial kabupaten/kota yang warganya pulang selamat,” tuturnya.
Pemprov Jatim memastikan proses validasi akan terus dilakukan agar warga Jatim yang menjadi korban tidak terlewat dari pemberian santunan. Di sisi lain, proses pemulangan jenazah korban KMP Virgo Transport 8 masih berlangsung. Pada Rabu pagi, dua jenazah warga Jatim dipulangkan melalui Bandara Internasional Juanda.
Keduanya yakni Anas (45), warga Jalan Pendabah, Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Jenazah Anas selanjutnya dimakamkan di Desa Sanggrah Agung, Kecamatan Socah. Jenazah berikutnya atas nama Jumbrik (52), warga Lamongan. Jenazah dipulangkan ke daerah asal untuk dimakamkan di TPU Sawu, Sumberejo, Kaotan, Lamongan. Pemulangan kedua jenazah dari Juanda menuju rumah duka difasilitasi KM Virgo dan didampingi keluarga korban.
