Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelajar 15 Tahun di Jember Dibully Beramai-ramai

Pelajar 15 Tahun di Jember Dibully Beramai-ramai
ilustrasi bullying (sumber : freepik)
Intinya Sih
  • Seorang pelajar 15 tahun di Jember menjadi korban dugaan bullying oleh sejumlah remaja lintas sekolah di luar lingkungan sekolah pada Sabtu malam, 28 Maret 2026.
  • Korban mengalami lebam ringan tanpa luka berat, namun kondisi psikologisnya mendapat perhatian khusus dari pihak kepolisian dan dinas pendidikan.
  • Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat serta mendorong mediasi sambil menunggu proses hukum berjalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jember, IDN Times - Kasus dugaan perundungan alias bullying terhadap seorang pelajar SMA di Kabupaten Jember, kini masuk tahap penyelidikan polisi. Korban berinisial F (15) diduga menjadi korban kekerasan oleh sejumlah remaja dalam insiden yang terjadi di luar lingkungan sekolah.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Sabtu malam (28/3/2026) di kawasan Bulakan, Dusun Krajan III, Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember. Saat ini, penanganan masih berada di Mapolsek Jombang. Korban diketahui mengalami lebam ringan tanpa luka berat. Namun, kondisi psikologis korban menjadi perhatian.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah karena terjadi di luar jam belajar dan melibatkan pelaku lintas sekolah.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, para terduga pelaku berasal dari beberapa sekolah berbeda, bahkan sebagian masih berstatus siswa SMP. Mereka disebut memiliki hubungan pertemanan lama dengan korban sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

"Tidak semua pelaku berasal dari satu sekolah dan kejadian berlangsung di luar jam sekolah. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” tegasnya, Senin (6/4/2026).

Meski demikian, kata Aries, dinas pendidikan telah memanggil orang tua para pihak dan mendorong penyelesaian melalui pendekatan mediasi, sembari tetap menunggu proses hukum berjalan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More