Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dinkes Surabaya Pastikan Warga Keracunan Dirawat di RS Sudah Stabil

Dinkes Surabaya Pastikan Warga Keracunan Dirawat di RS Sudah Stabil
Suasana Jalan Sido Kapasan, TKP warga Surabaya keracunan. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Dinkes Surabaya memastikan tiga warga korban keracunan nasi tahlilan yang masih dirawat di RS Soewandhie dan RS Al Irsyad kini dalam kondisi stabil.
  • Total ada 21 hingga 26 warga terdampak dengan gejala mual, muntah, diare, dan lemas setelah menyantap nasi berkat tahlilan pada 31 Maret 2026 malam.
  • Penyebab pasti belum diketahui karena sampel makanan tidak tersedia, namun diduga proses pengemasan dilakukan tanpa alat pelindung diri oleh petugas pemorsian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan warga korban keracunan usai makan nasi tahlilan yang dirawat di rumah sakit saat ini kondisinya sudah stabil. Setidaknya ada tiga orang warga yang hingga kini masih rawat inap di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengatakan, warga mulai mengalami gejala keracunan pada Rabu (1/4/2026) pagi setelah makan nasi berkat tahlilan pada Selasa (31/3/2026) malam. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.

"Jadi kalau kalau dari ceritanya itu sampai hari Sabtu tanggal 4 April kemarin jumlah total kasus terdampak itu ada 21 orang," ujarnya kepada IDN Times, Minggu (5/4/2026).

Gejala yang dialami yakni mual, muntah, diare dan badan lemas. Dari 21 orang itu, empat di antaranya dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani rawat inap.

Hingga kini, Minggu (5/4/2026) masih ada tiga orang yang menjalani perawatan di rumah sakit. Ketiganya dipastikan dalam kondisi stabil.

"Yang ditangani di rumah sakit ada tiga orang, dua di RS Soewandhie dan satu ke RS Al Irsyad. Kondisinya stabil semua," ungkap dia.

Billy belum bisa memastikan makanan apa yang bisa menyebabkan warga keracunan. Sebab, pihaknya belum sempat mendapatkan sampel makanan yang dimakan warga.

"Jadi kita karena sudah habis makanannya, kejadiannya kan sudah tanggal 31 Maret kemarin jadi enggak sempat enggak sempat dapat sampelnya," ungkap dia.

Terapi, berdasarkan keterangan korban, mereka mengalami gejala keracunan usai makan nasi berkat dengan menu nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng dan acar. Diduga, dalam proses pengemasan makanan, mereka tidak menggunakan alat pelindung diri.

"Dari proses pemorsian itu ada tiga orang. Nah itu dikemas di bentuk wadah kardus. Jadi, yang menjamah makanan itu petugasnya itu tidak menggunakan pelindung diri," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya puluhan warga di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya keracunan diduga usai menyantap makanan tahlilan peringatan 7 hari orang meninggal.

Ketua RT 1 RW 7, Kelurahan Sidodadi, Arif mengatakan, dia baru mengetahui insiden keracunan itu pada Jumat (3/4/2026). Ia mendapat laporan bahwa sejumlah warga mengalami lemas.

"Tahunya itu kemarin siang, tapi masih ada 1-2 orang saja. Akhirnya malam selesai keluar, baru kaget banyak orang yang sudah kena (keracunan)," ujarnya ditemui di Polsek Simokerto, Sabtu (4/4/2026).

Selamatan digelar pada Selasa (31/3/2026) malam. Tetapi warga mulai mengalami lemas pada Rabu (1/4/2026). "Hari selasa malam ada (selamatan) orang meninggal, lah rabu pagi ada beberapa orang yang (keracunan)," jelasnya.

Warga yang mengalami keracunan terus bertambah hingga Sabtu (4/4/2026) pagi. Jumlahnya pun mencapai 26 orang. "Awal yang saya tahu 2-3 orang. Pas hari Jumat bahwa ada 20 orang. ," ungkap dia.

Arif menyebut, warga yang keracunan adalah mereka yang makan nasi berkatan atau nasi kotak yang dibawa pulang. Sementara warga yang makan di tempat selametan tak mengalami apa-apa.

"Ada yang bapak-bapak ada ibu-ibu, ada anak kecil juga karena makan berkat yang dibawa," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More