Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tak Mendukung Digitalisasi, 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Tak Mendukung Digitalisasi, 600 Jukir di Surabaya Dibekukan
Pembayaran parkir non tunai. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)
Intinya Sih
  • Dinas Perhubungan Surabaya membekukan 600 juru parkir karena tidak mendukung sistem digitalisasi parkir melalui aktivasi rekening Bank Jatim.
  • Pembekuan dilakukan setelah para jukir mengabaikan surat peringatan dan batas waktu aktivasi hingga 1 April 2026 yang diberikan oleh Dishub.
  • Dishub akan mengganti jukir yang dibekukan dengan petugas baru, namun memberi kesempatan bagi mereka untuk diaktifkan kembali jika mau melakukan aktivasi rekening.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 600 juru parkir (jukir) di Surabaya dibekukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Mereka dibekukan lantaran sulit mendukung sistem digitalisasi parkir.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo Pelaksana mengatakan, pihaknya telah meminta para jukir segera mengaktivasi rekening Bank Jatim yang diduga untuk digitalisasi parkir. Tetapi, para jukir tersebut tak kunjung melakukan aktivasi.

"Jadi kami sudah mensosialisasikan, kami sudah berikan surat peringatan untuk mereka segera mengurus rekening Bank Jatim dan ATM-nya. Mereka juga mengabaikan," ujarnya ditemui di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya, Senin (6/4/2026).

Sebelum dibekukan, pihaknya terlebih dahulu memberi surat peringatan kepada jukir. Tetapi hingga batas waktu yang ditentukan yakni 1 April 2026, mereka tak kunjung membuat rekening Bank Jatim.

"Setelah tanggal 1 April karena kami menunggu dan menunggu mereka dengan 1000 alasan. Akhirnya kami bekukan mereka suratnya itu sudah kami tandatangani ini kita semua kita sebarkan masuk ke teman-teman juru parkir," tutur Trio.

Rekening bank dibutuhkan untuk mempermudah pembagian hasil parkir. Persentasenya yakni 40 Pemkot Surabaya dan 60 persen jukir.

"Kami semuanya saya ulangi lagi pemerintah kota menjalankan digitalisasi parkir ini bukan karena pendapatan parkir tapi karena memang tuntutan warga Kota Surabaya untuk transparansi transparansi parkir. Jadi ketika digitalisasi parkir ini tidak ada saling tuduh," jelasnya.

Untuk mengisi kekosongan lahan parkir, Dishub pun akan melakukan penggantian jukir. "Nantinya kami akan ganti mereka dengan joki yang baru tugas parkir yang baru," terang Trio.

Triyo memastikan, pihaknya akan kembali mengaktifkan jukir jika mereka mau melakukan aktivasi. Jika tidak maka, jukir sudah tidak lagi menjadi mitra Dishub.

"Kalau memang seperti itu (aktivasi kembali) datanglah ke Dinas Perhubungan atau datang langsung ke Bank Jatim lah ya," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More