Surabaya, IDN Times - Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jombang mengalami kenaikan mencapai 400 persen di tahun 2025. Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak belum dapat menanggapinya.
Emil mengatakan, dirinya belum dapat menanggapi hal tersebut karena masih perlu mengecek terlebih dahulu. Secara tersirat, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini belum mendapatkan rinci laporan terkait kenaikan ini.
"Masih dicek, masih dicek," ujarnya saat ditanya usai Rakerda DPD Partai Demokrat Jatim, Rabu (13/8/2025).
Kenaikan ini sendiri sudah memicu amarah warga Jombang. Mereka protes dengan membayar menggunakan uang koin. Warga yang protes itu adalah Fattah Rochim, ia datang ke kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan membawa segalon kecil uang koin.
Fattah menyebut, di tahun 2023 membayar pajak Rp400 ribu, kemudian di tahun 2024 ia membayar Rp1,2 juta. Lalu saat ia hendak membayar pajak di tahun 2025, nominalnya kembali naik jadi Rp1,3 juta.
Fattah pernah menanyakan kepada pemerintah desa dan Bappeda. Tapi mereka tak pernah menjelaskan dengan baik. "Saya tanya kepala desa. Terus ini apa? Tolong saya minta untuk kebijakan ini siapa yang buat? ‘Ya nanti kita evaluasi’. Artinya evaluasi itu evaluasi apa,” terang dia.
Tak hanya kenaikan pajak yang drastis, ia juga kaget saat tahu denda pajak mencapai 1 persen setiap satu bulan telat bayar. Sehingga, pajak yang dia bayar mencapai Rp2,5 juta.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
PBB Jombang Naik 400 Persen, Wagub Emil Masih Ngecek

Warga Jombang saat membayar pajak pakai uang koin. (Dok. Istimewa)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- PBB Jombang Naik hingga 400 Persen, Warga Protes Bayar Pakai Koin13 Aug 2025, 12:59 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin
Related Article
Keluarga Orang Hilang Ajak Anak Muda Belajar Lewat Film Laut Bercerita25 Oct 2026, 12:54 WIB
Eks Kadis ESDM Jatim Akui Dapat Bagian, Sebut untuk Masjid25 Oct 2026, 12:52 WIB
Diskon Tiket Kapal 30 Persen untuk Nataru, Ini Jadwal dan Cara Belinya25 Oct 2026, 11:59 WIB
Karhutla Jatim Bakar 2.117 Hektare, Api Argopuro Masih Terdeteksi25 Oct 2026, 11:58 WIB
Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai Besok, Siapkan Tilang Manual25 Oct 2026, 10:11 WIB
Titik Panas Jawa Timur Turun Jadi 371 Titik, Bondowoso Tertinggi24 Oct 2026, 18:11 WIB
Bawa Knuckle saat Demo Surabaya, 1 Mahasiswa Terancam 7 Tahun Penjara24 Oct 2026, 16:34 WIB
Cuaca Panas, Damkar Masif Semprot Jalanan Kota Pahlawan24 Oct 2026, 12:13 WIB
1.212 Pelaku Kriminal Berkeliaran di Jawa Timur Dibekuk Polisi24 Oct 2026, 12:12 WIB
Razia Tes Urine Kos di Dupak Surabaya, Empat Orang Positif24 Oct 2026, 10:39 WIB
Tangani Karhutla Jatim, BNPB Kerahkan Dua Armada dari Kalimantan24 Oct 2026, 10:38 WIB
Pemkot Surabaya Minta Warga Hentikan Penyebaran Foto ABH Perundung DS23 Oct 2026, 18:21 WIB
Kampus di Surabaya Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan 23 Oct 2026, 18:20 WIB
Tak Ada yang Murah, Harga Sayuran di Magetan Terkerek Kemarau23 Oct 2026, 16:19 WIB
Korban Meninggal Karhutla Bromo Bertambah Jadi Enam Orang23 Oct 2026, 16:18 WIB
Ini Ajaran 'Imam Mahdi' Asal Bangkalan yang Peras Korban Rp1,3 Miliar23 Oct 2026, 15:38 WIB
[WANSUS] Menyingkap Jurus Gus Fawait Atasi Kelangkaan Energi di Jember23 Oct 2026, 15:35 WIB
Pria Bangkalan Mengaku 'Imam Mahdi' Peras Korban hingga Rp1,3 Miliar23 Oct 2026, 15:24 WIB
ODGJ Tewas Usai Serang Penjual Es Degan di Sidoarjo, Ini Kronologinya23 Oct 2026, 13:04 WIB
Biar Anak Gak 'Kena Mental' di Internet, Jatim Gelar Edukasi Digital23 Oct 2026, 13:02 WIB