Pabrik Snack di Malang Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp700 Juta

Malang, IDN Times - Pabrik Penggorengan snack kerupuk atau makroni di Dusun Urek- urek, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mengalami kebakaran pada Rabu (12/6/2024) dini hari. Pabrik milik Udin (54) ini terbakar diduga akibat tungku penggorengan yang masih menggunakan kayu bakar.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi kerugian ditaksir lebih dari Rp700 Juta.
1. Kronologi kebakaran pada pabrik snack

Kapolsek Pakis, AKP Sunarko Rusbiyanto mengatakan jika kejadian ini terjadi pada dini hari pukul 00.20 WIB. Saat seorang karyawan bernama Wawan (23) mendapat informasi dari warga bahwa terjadi kebakaran di tempat penggorengan.
Saat itu Wawan sedang tidur di gudang bahwa gudang kemudian melapor pada anak pemilik pabrik bernama Noval yang kebetulan juga sedang istirahat di gudang. Setelah melapor, Wawan mengambil Kunci gudang untuk membuka gudang bagian dalam yang sudah terbakar.
"Kemudian sekitar pukul 00.40 WIB para saksi menelepon Damkar Kabupaten Malang. Lalu pada pukul 00.50 WIB, 2 Unit Mobil Damkar tiba di lokasi kebakaran yang selanjutnya melakukan pemadaman," terangnya.
Namun, hingga pukul 03.00 WIB beberapa titik lokasi masih belum bisa dipadamkan. Hal ini karena bangunan antara tempat penggorengan dan tempat penyimpanan bahan mentah berada di tempat yang sama dengan hanya terbatas dengan tembok, sehingga petugas Damkar Kabupaten Malang kesulitan memadamkan api.
Pada pukul 05.05 WIB, petugas menambahkan 2 Unit Mobil Damkar Kabupaten Malang. Ditambah 1 Unit Mobil Damkar Kabupaten Malang lagi pada pukul 05.15 WIB. Sehingga total ada 5 Unit Mobil Damkar Kabupaten Malang yang dikerahkan.
"Pukul 08.15 WIB api mulai padam, tapi Petugas Damkar Kabupaten Malang masih melakukan penyisiran kemungkinan adanya titik api yang masih belum padam. Baru pada pukul 08.30 WIB api benar-benar sudah dipastikan padam," bebernya.
2. Diduga karena kelalaian karyawan

Pria yang akrab disapa Narko ini mengatakan jika keseharian karyawan di pabrik snack ini melaksanakan kegiatan penggorengan di mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Setelah itu karyawan pulang dan gudang tempat penggorengan ditutup atau digembok dari luar.
Diduga kebakaran ini disebabkan kelalaian karyawan pada saat selesai bekerja menggoreng bahan mentah atau kerupuk tapi tidak mengecek kembali sisa tempat penggorengan. Apalagi proses penggorengan bahan mentah atau kerupuk dan makaroni masih menggunakan kayu bakar.
"Diduga api berasal dari tungku tempat pembakaran yang belum habis di padamkan. Dugaanny kelalaian karyawan tidak melakukan pengecekan ulang bahwa api yang di tungku benar-benar padam," jelasnya.
3. Kerugian akibat kebakaran ditaksir lebih dari Rp700 juta

Narko melanjutkan jika dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, tapi kerugian mencapai ratusan juta. Pasalnya tidak hanya bangunan yang ludes terbakar, tapi bahan mentah snack, hingga minyak goreng juga habis terbakar.
"Kerugian minyak goreng ditaksir sekitar Rp220 juta, kemudian kerugian bahan mentah Rp500 juta. Kemudian tempat penggorengan terbakar dan atap bangunan sebagian habis terbakar," tutupnya.


















