Pemkot Malang akan Datangkan Stok Bawang Merah dari Probolinggo

Malang, IDN Times - Menjelang Idul Adha, harga bawang merah di Kota Malang saat ini mencapai Rp35 ribu per kilogram. Tentu ini membuat masyarakat ketar-ketir jika harganya terus meroket.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan kerja sama dengan Kabupaten Probolinggo untuk menekan harga bawang merah. Rencananya bawang merah akan didatangkan dari Probolinggo untuk menjaga stok tetap aman.
1. Upaya tekan harga bawang merah

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan jika Pemkot Malang telah membuat kerja sama dengan Kabupaten Probolinggo ini untuk menyuplai kebutuhan bawang merah di Kota Malang agar bisa menekan harga jual di pasaran. Sehingga kerja sama ini juga membuat stok bawang merah ama. Pasalnya sebelumnya bawang merah sempat menjadi barang langka.
"Saat ini bawang merah kita kondisinya masih aman, karena kita sudah kerja sama dengan Probolinggo, jadi bawang merah sudah kita stok bawang yang di sana. Dengan kerja sama ini, kita bisa menekan harga jual. Kita mengantisipasi, nanti kita distribusikan kepada pasar-pasar di sini," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (12/6/2024).
Wahyu mengakui jika bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu diwaspadai. Bahkan pemerintah pusat sudah menganjurkan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama sejumlah stakeholder beberapa waktu lalu.
"Mendagri sebelumnya sudah menekankan ada beberapa komoditi yang diharapkan dapat kita kendalikan. Tetapi yang menjadi pembahasan adalah bawang merah, karena bawang merah ini diprediksi akan menjadi tinggi dalam kaitannya kita akan menghadapi Idul Adha," ujarnya.
2. Stok sembako saat Idul Adha aman

Wahyu mengatakan jika menjelang Hari Raya Idul Adha stok kebutuhan pangan sembako tergolong aman. Memang komoditas beras yang sempat mengalami kenaikan harga, tapi kembali berangsur-angsur normal dan stok yang mulai pulih kembali.
"Bulog mengatakan jika stok beras semua bisa tercukupi. Kemudian kita cek ke pasar, komoditi yang lain juga stoknya ada. Jadi sekarang kami fokus mengendalikan (harga) untuk Idul Adha besok agar tidak ada kenaikan yang terlalu tinggi," ujarnya.
3. Kota Malang mengalami deflasi

Lebih lanjut, Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang ini melaporkan jika Kota Malang mengalami deflasi di angka -0,08% secara month to month. Meskipun menjadi kabar baik, Wahyu tetap meminta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga fluktuasi harga agar infalsi tetap terkendali.
"Kendati saat ini kita deflasi, tapi kami akan tetap pantau fluktuasinya, kita lakukan intervensi, ada sembilan langkah. Saat ini kita kan statusnya deflasi, jadi kemungkinan Warung Tekan Inflasi tidak kita buka dulu," pungkasnya.
















