Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Takut Istri karena Gaji Habis, Pria Ini Bikin Laporan Palsu Motor Hilang

Istimewa
Lokasi yang dilaporkan Asep motor dan uangnya hilang. IDN Times/Pollen Maospati.
Intinya sih...
  • Asep Suryana membuat laporan palsu ke polisi terkait kehilangan sepeda motor dan uang Rp6 juta
  • Rekaman CCTV membongkar kebohongan Asep, menunjukkan bahwa penarikan uang tunai tidak terjadi
  • Sepeda motor yang dilaporkan hilang ternyata dijual oleh Asep untuk trading saham, dan ia membuat laporan palsu karena takut dimarahi istri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times — Keinginan untuk menghindari masalah di rumah justru membawa seorang pria di Kabupaten Magetan ke persoalan hukum. Takut dimarahi istri karena uang gaji habis, pria ini nekat membuat laporan palsu kehilangan sepeda motor ke polisi.
Pria tersebut adalah Asep Suryana (26), warga Kecamatan Bendo, Magetan. Kebohongannya terbongkar setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporannya.

1. Ngaku motor dan uang Rp6 juta dicuri di dekat Puskesmas

Istimewa
Asep melaporkan motor dan uangnya hilang ke Polsek Maospati. IDN Times/Polsek Maospati.

Kasus ini bermula pada 10 Desember 2025 lalu. Saat itu, asep mendatangi Polsek Maospati dan melaporkan sepeda motor Honda Beat bernopol AE 4007 RK miliknya hilang dicuri. Ia mengaku motor tersebut raib saat diparkir di sekitar Puskesmas Maospati, tepatnya di depan toilet umum pertigaan Totok. Selain motor, Asep juga mengklaim kehilangan tas hitam berisi uang tunai Rp6 juta, dokumen penting, serta surat-surat kendaraan yang disimpan di jok motor. Total kerugian yang disebut mencapai Rp22 juta. Namun, laporan tersebut tak sepenuhnya meyakinkan polisi.

2. Rekaman CCTV bongkar kebohongan

Istimewa
Lokasi yang dilaporkan Asep motor dan uangnya hilang. IDN Times/Pollen Maospati.

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih mengatakan, polisi menemukan kejanggalan saat memeriksa rekaman CCTV minimarket yang disebut sebagai lokasi penarikan uang tunai. “Di rekaman CCTV tidak terlihat pelapor melakukan penarikan uang tunai seperti yang ia akui,” ujar Vista, Senin (12/1/2026).

Kejanggalan lain muncul ketika polisi menemukan tas hitam yang dilaporkan hilang. Tas tersebut justru ditemukan utuh, lengkap dengan uang Rp6 juta dan dokumen penting, tergeletak di belakang toilet umum dekat lokasi kejadian. Dari situ, kebohongan Asep mulai terkuak.

3. Motor dijual, uang habis buat trading

Istimewa
Asep melaporkan motor dan uangnya hilang ke Polsek Maospati. IDN Times/Polsek Maospati.

Setelah didalami, terungkap bahwa sepeda motor tersebut ternyata dijual sendiri oleh Asep seharga Rp4 juta. Uang hasil penjualan motor, ditambah gaji yang baru diterima, digunakan untuk top up trading saham.

Alih-alih mendapatkan keuntungan, Asep justru merugi dan kehabisan uang. Panik serta takut dimarahi istri, ia memilih jalan pintas dengan membuat laporan palsu ke polisi. Atas perbuatannya, Asep terancam dijerat Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu, dengan ancaman hukuman penjara hingga 1 tahun 4 bulan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

RPH Kota Surabaya Direlokasi, Jagal dan Pedagang Daging Protes

12 Jan 2026, 18:17 WIBNews