Polisi Pastikan Jenazah di Bekas Aspol Jombang Ibu dan Anak

Jombang, IDN Times - Polisi terus melakukan pendalaman terkait penemuan jenazah dalam kondisi terbakar di bekas asrama polisi (Aspol) Jombang pada Rabu (25/2/2026) lalu. Dua jenazah itu dipastikan merupakan ibu dan anak.
Identitas korban yakni SK (35) warga Balonggebang, Kecamatan Gondang, Nganjuk yang merupakan ibu. Sementara sang anak berinisial NC.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan identitas keduanya diketahui berdasarkan hasil pencocokan dengan suami korban. Suami korban mengenali dari pakaian yang dikenakan terakhir kali.
"Keterangan dari suami korban dia terkahir melihat istri dan anak Senin (23/2/2025) malam pukul 22.00 WIB menjelang tidur," kata Dimas.
Sebelum ditemukan meninggal, suami korban sempat melihat istri dan anaknya meninggalkan rumah tanpa pamit pada Selasa (24/2/2025) saat sahur. Keduanya pergi menggunakan sepeda motor.
"Suami korban melakukan pencarian kepada keluarga, kerabat, sampai di hari Rabu (25/2/2025) sekira jam 13.00 WIB suami korban melaporkan orang hilang di Polsek Gondang," katanya.
Selain dari pakaian, identitas korban juga diketahui berdasarkan kendaraan yang ada di TKP. Hal ini berdasarkan kelengkapan surat kendaraan yang ditunjuk suami korban. "Dari surat kendaraan tersebut bahwa benar memang pemilik yang bersangkutan," katanya.
Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah barang bukti, mulai dari sepeda motor kunci kontak satu botol BBM jenis pertalite, korek api, satu botol berisi cairan berwarna hijau jenis prostex, pakaian dan sendal korban.
Polisi masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk adanya dugaan tindak pidana pembunuhan.
Diberitakan sebelumnya, dua mayat dalam kondisi tubuh terbakar ditemukan di lubang bekas asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (25/2/2026). Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan dua korban tersebut terdiri atas satu orang dewasa dan satu anak-anak. Keduanya berjenis kelamin perempuan.
“Jadi hari ini sekitar pukul 14.00 kami mendapatkan laporan dari saksi bahwa ada dugaan pembunuhan terhadap dua jenazah. Setelah kami cek ke tempat kejadian perkara (TKP), benar ada dua jenazah. Pertama jenazah perempuan dewasa, satu lagi anak-anak, keduanya perempuan,” ujarnya.
Dimas menyebutkan, di sekitar lokasi juga ditemukan botol yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM). Korban diduga meninggal dalam kondisi terbakar.
“Di TKP kami menemukan beberapa barang bukti, salah satunya botol yang diduga berisi BBM,” ungkapnya.
Ia belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terdapat luka bakar pada tubuh keduanya.
“Secara visual memang ada beberapa bagian kulit yang terbakar. Namun, untuk kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Ada beberapa lebam di tubuh korban, tetapi kami menunggu hasil dari dokter forensik,” jelas Dimas.
Korban diduga telah meninggal lebih dari satu hari. Berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor milik korban juga telah berada di lokasi selama dua hari.
“Jenazah ini diduga sudah lebih dari satu hari. Ada saksi yang mengatakan sepeda motor milik korban sudah berada di TKP selama dua hari,” katanya.
Saat ini kedua jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ini kasus pembunuhan atau penyebab lainnya,” pungkasnya.

















