Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mubazir, 10 Ribu Vaksin PMK di Ngawi Kadaluwarsa
Petugas kesehatan hewan Ngawi saat memeriksa sapi di pasar-pasar. IDN Times/ Riyanto.

Ngawi, IDN Times – Sebanyak 584 ekor sapi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari jumlah tersebut, 54 ekor sapi telah mati hingga Jumat (3/1/2025). Di saat yang bersamaan, Pemkab melaporkan ada 10 ribu vaksin PMK bantuan dari pemerintah pusat yang ada telah kadaluarsa. Kondisi ini pun makin menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak.

1. Sebanyak 584 sapi sakit, 54 dilaporkan mati

Suprianto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi. IDN Times/ Riyanto.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi, Suprianto, menyampaikan bahwa jumlah sapi yang sakit terus didata dan ditangani untuk mencegah peningkatan kasus. “Hingga hari ini, ada 584 sapi yang sakit dan 54 ekor mati. Kami menduga ada penyakit penyerta lain karena tingkat kematian akibat PMK biasanya hanya 1-5 persen,” ujarnya, Sabtu (4/1/2025).

Namun, upaya mitigasi dan antisipasi penyebaran virus PMK dihadapkan pada kendala serius. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, mengungkapkan bahwa 10 ribu dosis vaksin PMK bantuan pemerintah pusat itu kedaluwarsa sejak Oktober 2024.

2. Pemkab Ngawi bakal beli vaksin baru

Petugas kesehatan hewan Ngawi saat memeriksa sapi di pasar-pasar. IDN Times/ Riyanto.

“Vaksin PMK sebanyak 10 ribu dosis dari pemerintah pusat sudah kedaluwarsa Oktober lalu. Saat ini, kami sedang menganggarkan Rp255 juta untuk pengadaan vaksin pengganti dengan jumlah yang sama,” jelasnya.

Eko menambahkan bahwa vaksin PMK akan diberikan kepada sapi yang belum terjangkit untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus yang masih mewabah. Hingga kini, Indonesia belum berhasil mencapai status zero PMK sejak virus ini menyerang pada tahun 2022. “Sejak 2022, kita belum zero PMK karena virusnya masih ada,” tambahnya.

3. Disnakan sebar dokter hewan

Petugas kesehatan hewan Ngawi saat memeriksa sapi di pasar-pasar. IDN Times/ Riyanto.

Selain pengadaan vaksin, Eko mengajak semua pihak untuk aktif dalam sosialisasi pencegahan dan penanganan penyebaran virus. "Tim dokter hewan dan petugas kesehatan juga telah kami sebar ke berbagai daerah untuk memberikan edukasi dan penanganan dini pada sapi yang terindikasi terjangkit PMK," pungkasnya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak wabah terhadap populasi sapi di Ngawi dan mencegah penyebaran lebih luas.

Editorial Team

EditorRiyanto

Related Article