Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri PPN Puji ITS, Hilirasasi Inovasi dari Dana Pinjaman Rp650 M
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy saat kunjungan di ITS. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Menteri PPN Rachmat Pambudy memuji ITS karena berhasil memanfaatkan pinjaman luar negeri Rp650 miliar dari AIB untuk pembangunan, peningkatan SDM, dan hilirisasi inovasi sejak 2001 hingga 2027.
  • ITS menonjol lewat inovasi BBM berbasis sawit yang bisa digunakan langsung pada mesin bensin hingga campuran 50 persen, serta pengembangan baterai, motor listrik, dan teknologi maritim.
  • Pemerintah berkomitmen mendukung hilirisasi riset perguruan tinggi sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, menekankan pentingnya inovasi SDA lokal sebagai kekuatan ekonomi masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times– Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menyebut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menggunakan dengan baik dana pinjaman luar negeri senilai Rp650 miliar. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik dan peningkatan sumber daya manusia, tapi juga hilirisasi inovasi.

Rachmat menyebut, ITS telah menerima pinjaman luar negeri dari Asia Invesment Bank (AIB) lebih Rp650 miliar sejak tahun 2001 hingga 2027.

Dirinya pun menyoroti beberapa inovasi ITS yang dinilai cukup berhasil, salah satunya pengembangan bahan bakar minyak (BBM) berbahan dasar sawit. Inovasi ini dinilai unggul karena mampu langsung diaplikasikan pada mesin bensin dengan campuran hingga 50 persen.

"Tetapi ini adalah langkah awal karena inovasinya dalam skala yang sangat kecil dan bisa langsung digunakan dan juga bisa langsung dimanfaatkan dan tadi sudah bisa kita lihat penggunaan 50 persen dan campuran 50 persen itu bisa langsung berguna untuk mesin bensin," ujarnya saat peluncuran New Sains Teknopark ITS, Senin (13/4/2026) petang.

Bukan cuma bensin dari sawit, dirinya juga mengapresiasi berbagai inovasi ITS, mulai dari pengembangan baterai, motor listrik, serta alat penangkap emisi CO2 dan metana. Ada juga teknologi maritim, seperti alat keseimbangan kapal atau stabilitas untuk mencegah risiko terguling serta sonar presisi untuk pendeteksi kedalaman pantai dan sungai guna mendukung proses pengerukan.

"Banyak sekali yang dihasilkan dari pinjaman kita Rp650 miliar dan yang paling penting yang tadi saya juga sempat mencatat Ternyata ITS bisa menghemat. Dan dari penghematan itu nantinya akan membuat semacam laboratorium untuk menghasilkan semikonduktor," pungkas dia.

Menteri PPN memastikan pemerintah akan terus mendukung hilirisasi riset di perguruan tinggi, sejalan dengan visi Asta Cita dan target Indonesia Emas 2045. Pengembangan inovasi berbasis sumber daya alam (SDA) lokal dianggap sebagai kunci kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.

"Kami pasti mendukung. ITS menjadi bagian dari program kerja prioritas nasional untuk pengembangan SDM, sektor energi, hingga pengolahan air. Tujuan kita adalah Indonesia yang kuat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi milik sendiri yang mampu meningkatkan nilai tambah produk kita," tutup Rachmat.

Editorial Team