Mahasiswa UINSA Bantah Aksi Desak Rektor Mundur Ditunggangi

Mahasiswa UINSA menyatakan penyegelan kampus sejak 16 September 2026 murni gerakan organisasi mahasiswa, menolak tudingan aksi ditunggangi kepentingan politik.
Massa mendesak Rektor Prof Akhmad Muzakki mundur karena menilai kepemimpinannya periode pertama mengecewakan, sementara ia kembali terpilih untuk periode kedua.
Delapan tuntutan mencakup keterbukaan informasi, pengusutan kasus Kopertais, fasilitas mahasiswa, kebijakan jam malam, UKT, serta mekanisme peminjaman tempat.
Surabaya, IDN Times - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya membantah aksi penyegelan kampus untuk mendesak Rektor Prof Akhmad Muzakki mundur ditunggangi pihak tertentu. Aksi yang dilakukan sejak Rabu (16/9/2026) itu murni datang dari mahasiswa atas kekecewaan terhadap kepemimpinan Prof Muzakki.
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrrakhman Fazle Purwardana mengatakan, sempat ada pihak yang menuding bahwa aksi tersebut ditunggangi untuk kepentingan politik. Tetapi, ia membantah.
"Sangat membantah. Karena memang ini gerakan yang memang disepakati oleh semua, oleh teman-teman Ormawa (Organisasi Mahasiswa)," ujarnya ditemui saat aksi di UINSA, Senin (21/9/2026).
Menurut mahasiswa yang akrab disapa Ale ini, selama menjabat di periode pertama, Prof Muzakki kerap membuat kebijakan yang dinilai mengecewakan warga kampus. Di tengah kekecewaan itu, Muzakki malah dipilih oleh Menteri Agama (Menag) sebagai rektor untuk periode kedua.
"Karena memang sudah sangat meresahkan. Apalagi teman-teman ini juga ada yang 4 tahun atau 3 tahun sudah merasakan bagaimana Prof. Zakki ini memimpin. Jadi sehingga sangat, sanga, sangat memprihatinkan," jelasnya.
Ale menuturkan bahwa tudingan aksi ditunggangi itu datang dari seorang dosen yang sempat berdebat dengan massa aksi ketika gerbang disegel. Kepada massa, dosen tersebut mengatakan bahwa aksi mahasiswa ini tidak murni.
"Beliau berusaha untuk mem-framing bahwa gerakan ini gerakan yang tidak murni gitu, gerakan yang berusaha ditunggangi. Padahal itu teman-teman dengan upaya yang sangat tinggi kita mengumpulkan dana bersama, kita diskusi, kita membahas kebijakan yang dikeluarkan gitu kan," ucapnya.
Di samping itu, Ale menuturkan bahwa ada pihak yang berusaha menggembosi aksi. Usaha tersebut datang dari pihak rektorat.
"Beliau sempat ingin bertemu dengan salah satu teman saya dan ketua Senat Mahasiswa Universitas gitu kan, dan juga ada usaha penunggangan dari aksi ya atau penggembosan massa gitu kan oleh salah satu alumni juga, dia yang sudah tidak berkepentingan di kampus kemudian masuk dan menyusupi ke kawan-kawan untuk menggembosi massa," pungkas dia.
Seperti diketahui mahasiswa UINSA sedang menggelar aksi untuk mendesak Rektor Prof Akhmad Muzakki mundur. Aksi dilakukan sejak Rabu (16/9/2026) sampai dengan hari ini, Senin (21/9/2026).
Mereka membawa tujuh plus satu tuntutan. Berikut delapan poin tuntutan mahasiswa:
1. Tuntutan pertama itu copot secara tidak hormat atau mundur secara pribadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
2. Mendesak pimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk memberikan pernyataan publik terkait PPID yang baru terbentuk pada tahun 2025, terhitung selama 3 tahun UINSA mengkhianati mandatori UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi.
3. Usut tuntas kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai terlapor.
4. Menuntut klarifikasi dan tenggat waktu atas terlambatnya pembagian buku, KTM, dan almamater mahasiswa baru.
5. Menuntut pertanggungjawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang terlalu banyak sehingga berdampak pada keterbatasan fasilitas di kampus.
6. Hapus kebijakan jam malam yang tidak pro terhadap kebutuhan non-akademik mahasiswa.
7. Menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan penentuan UKT mahasiswa baru yang tidak pro mahasiswa menengah ke bawah.
8. Hapus mekanisme peminjaman tempat yang selalu dipersulit.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)












![[OPINI] Mengelola Transformasi Energi untuk Masa Depan Industri Indonesia](https://image.idntimes.com/post/20260925/whatsapp-image-2026-09-25-at-08_8c7958be-b612-4dfc-becb-1026e0c1377d.jpeg)







