LBH Pos Malang Soroti Penangkapan Demonstran yang Penuh Kekerasan

1. LBH Pos Malang mengungkapkan jika demonstran yang ditangkap mengalami luka cukup parah

Koordinator LBH Pos Malang, Daniel Siagian menyoroti ada proses-proses penangkapan yang sewenang-wenang yang menyebabkan demonstran mengalami luka cukup parah. Ia menganggp jika dalam proses penangkapan ini ada upaya aksesif atau berlebihan.
"Kami menyayangkan jika massa aksi yang ditangkap dalam kondisi tidak wajar, salah satunya adalah Turaichan Azuri yang mengalami luka di kepala hingga bocor. Kemudian banyak yang ditangkap dalam kondisi luka-luka," terangnya saat ditemui pada Senin (24/3/2025).
Namun, ia juga menyampaikan jika sejauh ini proses pemeriksaan dan BAP sudah sesuai prosedur. Kemudian massa aksi yang terluka juga diobati oleh Dokkes Polresta Malang Kota.
2. Daniel menyampaikan jika masih ada 3 demonstran yang belum dilepas

Daniel menyampaikan jika mereka mendampingi 6 orang yang awalnya ditangkap oleh Polresta Malang Kota. Mereka adalah 4 mahasiswa atas nama Turaichan Azuri Benedictus Beni, Rizky Amirullah, dan Alfaizi Nur Rizki. Sementara 2 sisanya ada pelajar atas nama Fahri dan David Raihan.
"Sementara yang masih ditahan ada Benedictus Beni, Rizky Amirullah, dan Alfaizi Nur Rizki. Katanya dari pihak kepolisian masih ada pemeriksaan lanjutan," ungkapnya.
3. Masih ada 4 orang yang belum diketahui keberadaannya

Daniel juga menyampaikan jika awalnya ia mendapat laporan ada 6 orang hilang, tapi 2 orang sudah terkonfirmasi ditangkap oleh Polresta Malang Kota atas nama Rizky Amirullah dan Alfaizi Nur Rizki. Sementara 4 sisanya yang belum ditemukan adalah Ahmad Yusuf yang merupakan pelajar, Theodoric Valentino Hartanto yang merupakan Mahasiswa, Nino, dan Alif Abdillah.
"Awalnya ada 6 yang hilang, tapi 2 sudah ditemukan karena ternyata diamankan di kepolisian. Sekarang ada 4 yang belum ditemukan," pungkasnya.
















