Surabaya, IDN Times- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur mulai melalukan persiapan untuk pelaksanaan haji tahun 2027. Tahun ini, kuota haji Jawa Timur adalah 42.409 dengan 5 persen adalah calon jemaah lanjut usia.
Kepala Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Jatim, Mahmudi mengatakan, kuota tersebut sama dengan tahun ini. Jemaah haji tertua berusia 109 tahun. Sementara jemaah termuda berusia 13 tahun. "Kuota, sama dengan tahun lalu, untuk lansia jumlahnya 2.210 orang," ujarnya saat konferensi pers di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (19/10/2026).
Ia memastikan bahwa lansia yang terbang pada musim haji tahun depan adalah mereka yang layak menjalani ibadah haji. Mereka tidak menderita 11 jenis penyakit yang tercantum dalam aturan haji. "Yang jelas lansia ini mereka tidak mempunyai penyakit, sembilan penyakit yang tidak diperbolehkan, maksudnya mereka bebas," jelas dia.
Meskipun mereka berusia sepuh, pihaknya memastikan calon jemaah haji tersebut mampu melakukan aktifitas. Di samping itu, itu mereka dipastikan juga tidak mengalami dimensia atau masih memiliki ingatan yang baik.
"Walaupun sepuh ya, lansia ini kan usianya sudah sepuh ya, tapi dia masih mampu untuk melakukan aktivitasnya dan mengingat, itu enggak apa-apa, gitu ya, dan tidak demensia atau pelupa. Demensia, ya pokoknya itu demensia memang walaupun kurang begitu sepuh tapi daya ingatnya tidak... bagus, tentunya enggak boleh berangkat," ungkap dia.
Mahmudi menuturkan bahwa saat ini proses persiapan ibadah haji di Jawa Timur masuk pada tahap pembuatan paspor. Selanjutnya adalah proses jemme dapatkan surat istithaah.
"Jemaah haji sekarang harus betul-betul mempersiapkan kesehatannya, karena dengan sehat ini akan keluar surat istithaah sehingga bisa berangkat," pungkas dia.
