Pernah Jadi Sopir Angkot, Bahlil Titipkan Ini untuk Sopir Len Surabaya

Partai Golkar menyalurkan 200 paket sembako kepada sopir len di Terminal Joyoboyo, Surabaya, sebagai bentuk perhatian bagi pekerja transportasi.
Agenda Bahlil Lahadalia menyapa sopir len ditunda karena ia memenuhi panggilan Presiden membahas persoalan bangsa, sementara bantuan tetap disalurkan.
Golkar menyampaikan kisah Bahlil yang pernah menjadi sopir angkot sebagai motivasi bahwa kerja keras dan kegigihan dapat membantu mengejar cita-cita.
Surabaya, IDN Times - Pengalaman Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang pernah menjadi sopir angkutan kota (angkot) menjadi salah satu alasan Partai Golkar memberi perhatian kepada para sopir len di Surabaya. Melalui penyaluran 200 paket sembako di Terminal Joyoboyo, Golkar ingin berbagi sekaligus menyampaikan pesan bahwa profesi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan pada Minggu (18/10/2026).
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Arif Fathoni yang akrab disapa Toni mengatakan, bantuan tersebut tetap disalurkan meski agenda Bahlil untuk menyapa langsung para sopir len ditunda. Bahlil harus memenuhi panggilan Presiden untuk membahas persoalan bangsa.
Toni bilang, pengalaman Bahlil saat menjalani profesi sebagai sopir angkot ketika muda menjadi pesan penting bagi para sopir. Perjalanan hidup Bahlil hingga dipercaya menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menko Bidang Hilirisasi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar diharapkan dapat menginspirasi mereka untuk terus berjuang menggapai cita-cita.
“Pak Bahlil di masa mudanya pernah menjadi sopir angkot. Hari ini, alhamdulillah, beliau dipercaya Presiden menjadi menteri dan Ketua Umum Partai Golkar,” kata Toni.
Ia menegaskan, latar belakang pekerjaan maupun kondisi keluarga tidak seharusnya membatasi seseorang untuk memiliki cita-cita besar. Kerja keras, tekad, dan kegigihan menjadi modal penting untuk membuka peluang meraih kehidupan yang lebih baik.
“Kita ingin memberikan pesan kepada anak-anak sopir angkot se-Jawa Timur agar jangan pernah patah arang dalam menggapai cita-cita. Dengan kerja keras, anak sopir sekalipun bisa menjadi orang sukses di Republik yang kita cintai ini,” katanya.
Toni menjelaskan, penyaluran 200 paket sembako menjadi bentuk perhatian Golkar kepada para sopir len yang setiap hari bekerja melayani kebutuhan transportasi masyarakat. Bantuan tersebut sekaligus membawa pesan motivasi agar para sopir tetap optimistis menjalani profesinya dan memperjuangkan masa depan keluarga.
Menurut dia, kisah Bahlil dapat menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh titik awal kehidupan seseorang, tetapi juga oleh perjuangan dan kerja keras untuk terus berkembang.
Meski Bahlil belum dapat hadir langsung di Terminal Joyoboyo, Golkar memastikan penyaluran bantuan sembako tetap berjalan sesuai rencana. Sementara itu, jadwal pengganti untuk agenda Bahlil menyapa para sopir len belum disampaikan.
Melalui kegiatan tersebut, Golkar ingin menegaskan bahwa perhatian kepada para sopir tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga pada upaya membangun semangat dan kepercayaan diri agar mereka tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.




















