Pecah Telur! Jatim Juara Umum FIKSI Nasional 2026, Bawa 18 Medali

Jawa Timur untuk pertama kalinya menjadi juara umum FIKSI Nasional 2026 dengan 18 medali: enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
Jatim mengungguli DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dalam klasemen akhir; prestasi ini dinilai menunjukkan potensi pelajar mengembangkan ide kreatif menjadi peluang usaha.
Keberhasilan didukung tiga tahap pendampingan, latihan presentasi, dan pemusatan latihan, dengan fokus inovasi pada ekonomi hijau, kreatif, serta digital.
Surabaya, IDN Times - Jawa Timur (Jatim) akhirnya mencetak sejarah di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026. Untuk pertama kalinya, kontingen Jatim berhasil merebut gelar juara umum dalam ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Prestasi ini diraih berkat koleksi 18 medali, terdiri dari enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Jatim ke puncak klasemen akhir, mengungguli sejumlah provinsi yang juga memiliki rekam jejak kuat dalam kompetisi inovasi dan kewirausahaan pelajar.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawans mengapresiasi perjuangan para siswa yang berhasil membawa pulang prestasi nasional tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan bahwa pelajar Jatim tidak hanya mampu berkompetisi, tetapi juga memiliki potensi mengembangkan ide kreatif menjadi peluang usaha.
“Alhamdulillah, murid-murid kita berhasil kembali mencatatkan prestasi membanggakan lewat ajang FIKSI. Ini artinya mereka memiliki tekad kuat dan kesiapan tinggi untuk berkompetisi menjadi entrepreneur masa depan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Dalam klasemen akhir, Jatim menempati posisi pertama dengan enam medali emas. DKI Jakarta berada di peringkat kedua dengan lima emas dan dua perunggu. Sementara itu, DI Yogyakarta menempati posisi ketiga dengan tiga emas, empat perak, dan empat perunggu.
Jawa Tengah berada di peringkat keempat dengan satu emas, tiga perak, dan dua perunggu. Adapun Jawa Barat menempati posisi kelima dengan satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Khofifah menyampaikan terima kasih kepada para siswa, guru pendamping, dan seluruh tim yang terlibat dalam pembinaan. Ia menilai keberhasilan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memperkuat ekosistem kewirausahaan di sekolah, antara lain melalui program Double Track dan pengembangan SMK berbasis industri.
“Kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mandiri secara ekonomi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Khofifah, kewirausahaan pelajar tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan. Inovasi yang dikembangkan juga perlu menjawab persoalan sosial dan lingkungan. Pendekatan sociopreneurship atau kewirausahaan sosial menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong agar usaha yang lahir dari sekolah memiliki manfaat lebih luas.
Di balik capaian tersebut, persiapan intensif menjadi salah satu bagian penting. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa tim pembinaan dibentuk untuk mendampingi para siswa sebelum berlaga di tingkat nasional.
Dinas Pendidikan Jatim menggelar tiga tahap pendampingan atau coaching clinic dengan melibatkan pakar, lembaga terkait, sekolah, serta orang tua. Para siswa mendapatkan penguatan gagasan, penyempurnaan laporan, hingga latihan presentasi agar mampu menjelaskan inovasi mereka di hadapan dewan juri.
“Kami bersyukur ikhtiar yang kita lakukan membawa hasil positif. Kami membedah gagasan dan laporan para pelajar satu per satu, memperkuat bagian yang kurang, serta melatih mereka agar mampu mempresentasikan inovasinya secara mantap di hadapan juri,” kata Aries.
Selain pemantapan materi, pemusatan latihan atau training center juga dilakukan untuk meningkatkan kesiapan mental dan psikologis peserta. Dengan begitu, para siswa diharapkan lebih percaya diri ketika mempresentasikan karya dan menjawab pertanyaan juri.
Aries menambahkan, FIKSI 2026 menekankan integrasi tiga bidang utama, yakni ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital. Ketiga bidang tersebut mendorong pelajar mengembangkan gagasan usaha yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.
“Wirausahawan masa depan bukan hanya mereka yang mampu mencetak profit, tetapi juga mereka yang menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekologi,” ungkapnya.
Keberhasilan meraih juara umum diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah di Jatim untuk semakin serius mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa. Dinas Pendidikan Jatim juga menyatakan siap mendampingi potensi inovasi pelajar agar dapat berkembang lebih jauh, termasuk menembus pasar industri lokal hingga internasional.
“Semoga capaian ini memotivasi seluruh generasi muda di Jatim untuk tidak ragu berkarya. Dindik Jatim siap terus mendampingi dan memfasilitasi setiap potensi inovasi anak-anak kita hingga mampu menembus pasar industri lokal maupun internasional,” pungkas Aries.
















