Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Tewas Kecelakaan Gempol Jadi Empat Orang
Basarnas bantu evakuasi kecelakaan di Gempol. (Dok. Basarnas Surabaya)
  • Kecelakaan maut di Jalan Raya Nasional Surabaya-Malang, Gempol, Pasuruan, Senin pagi, menewaskan empat orang setelah sopir truk yang dievakuasi meninggal di rumah sakit.
  • Insiden pukul 05.52 WIB di depan SPBU Pelem diduga terjadi karena sopir truk kehilangan kendali, melibatkan empat truk dan tiga sepeda motor.
  • Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan sambil mengevakuasi kendaraan, rumah tertabrak, dan tiang listrik terdampak bersama BPBD serta PLN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasuruan, IDN Times - Korban tewas kecelakaan maut di Jalan Raya Nasional Surabaya- Malang, Gempol, Kabupaten Pasuruan bertambah satu orang, menjadi empat, Senin (27/7/2026). Satu orang tersebut adalah sopir truk yang sempat dievakuasi Tim SAR gabungan.

Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar Rizqullah Sumirat mengatakan, peristiwa terjadi pada pukul 05.52 WIB tepatnya di depan SPBU Pelem, Dusun Ngerong, Kecamatan Gempol, Pasuruan. Kecelakaan tersebut karena sopir truk kehilangan kendali.

"Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju (kendaraan) sehingga terjadi kecelakaan," ungkap Jauhar.

Kecelakaan ini melibatkan empat kendaraan besar dan tiga kendaraan besar. Empat kendaraan besar itu di antaranya truk truk traktor head nopol DK 8019 DG, Truck Mitsubishi Nopol N 8591 BG, Truk Tangki Nopol L 9360 G, dan truck Nopol S 9137 UZ. Kemudian untuk kendaraan roda dua yakni Motor Honda Vario Nopol W 2461 NEL, Honda Supra X Nopol N 4197 TCC dan Honda Vario Nopol N 5243 VAD.

Atas insiden tersebut, tiga orang meninggal dunia di lokasi. "Data yang kami kumpulkan hingga saat ini terdapat tiga orang meninggal dunia di titik kecelakaan pertama," ujarnya.

Satu orang sopir truk terhimpit di bagian ruang kemudi. Korban berhasil di evakuasi oleh Tim SAR dan dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, ketika di rumah sakit, sopir tersebut tak bisa tertolong. "Informasi terakhir sopir truk meninggal dunia," jelas dia.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan. Petugas masih fokus evakuasi kendaraan dan bangunan yang terdampak.

"Kami mengedepankan proses evakuasi, kemudian mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation setelah seluruh lokasi dinyatakan kondusif," terang Jauhar.

Proses evakuasi kecelakaan tersebut juga melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Perusahaan Listrik Negara (PLN). Terutama untuk menangani rumah yang tertabrak dan tiang listrik yang ikut terdampak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article