Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kloter Pertama Terbang 22 April, Kemenhaj Gandeng KPK Kawal Dana Haji
Ilustrasi keberangkatan jemaah haji. (Dok. PPIH Embarkasi Surabaya)
  • Kemenhaj memastikan persiapan operasional haji 1447 H/2026 M hampir rampung dan kloter pertama jemaah Indonesia dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026.
  • Pemerintah menggandeng KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk mengawasi pengelolaan dana haji senilai Rp18 triliun demi transparansi serta pelayanan publik yang bersih dan akuntabel.
  • Wamenhaj Dahnil Anzar memantau langsung kesiapan di Arab Saudi sambil menyerukan doa agar konflik Timur Tengah mereda demi pelaksanaan haji yang aman dan damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jombang, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan sesuai jadwal dan telah mencapai progres hampir 100 persen. Keberangkatan perdana jemaah haji asal Indonesia dijadwalkan akan dimulai pada 22 April 2026 mendatang.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa persiapan operasional terus dimatangkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Timur di Jombang, Jumat (27/3/2026).

1. Jawa Timur barometer kesuksesan penyelenggaraan haji

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf dalam pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur. (Dok. Media Center Haji)

Mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan kuota jemaah haji terbesar di Indonesia, Menhaj menilai perannya sangat strategis sebagai barometer keberhasilan penyelenggaraan haji nasional. Menhaj meminta seluruh jajaran menjaga kekompakan dan meningkatkan standar pelayanan untuk memberikan yang terbaik bagi jemaah.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran di Jawa Timur yang telah bekerja maksimal. Saya minta terus jaga kekompakan dan tingkatkan standar pelayanan. Fokus kita satu: memberikan yang terbaik demi jemaah haji Indonesia,” tandasnya.

2. Gandeng KPK dan Kejaksaan untuk awasi Dana Haji

Jemaah haji berdoa di Masjid Nabawi, Madinah (IDN Times/Sunariyah)

Dalam kesempatan yang sama, Menhaj Irfan menyoroti besarnya ekosistem keuangan haji yang mencapai angka Rp18 triliun. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi potret pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Akuntabilitas tata kelola dana umat dinilainya sebagai harga mati.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kemenhaj secara langsung melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, hingga Kepolisian untuk mengawal proses pengadaan dan tata kelola anggaran haji.

"Dana haji yang dikelola sangat besar, maka komitmen terhadap tata kelola yang bersih adalah mutlak. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi jemaah," tegas Menhaj.

Langkah pelibatan penegak hukum ini, lanjut Menhaj, merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden RI untuk menghadirkan pelayanan haji yang transparan dan berorientasi pada kepuasan jemaah.

3. Indonesia pantau situasi Timur Tengah, suarakan perdamaian

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan persiapan penyelenggaraan Haji 2026 saat mengawali kunjungan kerja di Arab Saudi (29/04/2026) (Dok. Media Center Haji)

Sementara itu, untuk memastikan kesiapan di lapangan, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak tengah melakukan pengecekan operasional secara langsung di Arab Saudi. Pada Minggu (29/03/2026), Dahnil melaporkan bahwa tidak ada kendala persiapan sama sekali, baik dari sisi Indonesia maupun dari pihak otoritas Arab Saudi.

Di tengah persiapan yang matang tersebut, Wamenhaj turut menyoroti dinamika eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia secara khusus berharap agar ketegangan yang melibatkan sejumlah negara dapat segera mereda.

"Mudah-mudahan eskalasi konflik di Timur Tengah antara Israel-Amerika dan Iran itu bisa mengalami deskalasi atau penurunan eskalasi sehingga pelaksanaan haji bisa berjalan dengan nyaman dan aman," ungkap Dahnil.

Menurut Dahnil, ibadah haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan umat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Ia berharap nilai-nilai universal dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 ini dapat menjadi instrumen yang mendamaikan dan menghadirkan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Di akhir keterangannya, Wamenhaj mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan kelancaran ibadah haji, sekaligus mendukung langkah diplomasi pemerintah.

"Kita juga berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala, semoga semua upaya yang sedang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk perdamaian dunia, dialog lintas antar para pemimpin dunia itu bisa menghadirkan perdamaian," pungkasnya.

Editorial Team