Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Khofifah Sebut Minyakita di Jatim Langka karena Persyaratan NIB
Minyak goreng merek MinyaKita dijual Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Gubernur Khofifah mengungkapkan kelangkaan Minyakita di Jawa Timur disebabkan penyalur belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang menjadi syarat distribusi dari Bulog.
  • Pemprov Jatim melalui Disperindag diminta membantu para penyalur agar segera memperoleh NIB supaya stok Minyakita bisa kembali tersedia di pasar.
  • Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Khofifah meluncurkan EPIK Mobile yang menyalurkan bahan pangan seperti beras, gula, dan Minyakita langsung ke masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluhkan minimnya ketersedian stok Minyakita di sejumlah pasar di Jawa Timur. Hasil kunjungan ke berapa pasar, 80 persen stok Minyakita kosong.

Khofifah mengatakan, kelangkaan Minyakita di pasaran ini lantaran penyalur belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB merupakan salah satu yang dipersyaratkan oleh Bulog agar penyalur bisa mendapatkan stok Minyakita.

"Setelah saya turun ke pasar dan mendapati banyak (stok Minyakita) yang kosong, untuk menjadi penyalur Minyakita pelaku usaha harus memiliki NIB," ujar Khofifah, Sabtu (28/2/2026).

Khofifah telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar membantu penyalur bisa segera memiliki NIB. Dengan begitu, mereka dapat kembali menjual Minyakita ke masyarakat dan distribusi kembali lancar.

"Saya langsung meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pak Iwan, membantu para penyalur agar bisa segera memiliki NIB," kata dia.

Selain itu, untuk menjamin kelancaran proses distribusi bahan pokok, Khofifah telah berkoordinasi dengan Bulog dan meluncurkan EPIK Mobile atau Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota. Mobil tersebut membawa bahan pangan yang bisa langsung disalurkan ke masyarakat.

"Mobil EPIK ini membawa beras, gula, dan Minyakita. Harapannya bisa menstimulasi stabilisasi harga, meningkatkan keterjangkauan, serta memastikan ketersediaan pasokan," ungkap dia.

Khofifah memastikan, jumlah sembako di Jawa Timur bukan hanya cukup tetapi juga melimpah. Hanya saja, proses distribusi menjadi tantangan tersendiri.

"Pada dasarnya, jumlah sembako bukan hanya cukup, tetapi melimpah. Tantangannya adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Ternyata ada persyaratan administratif seperti NIB bagi yang ingin menjadi penyalur Minyakita," pungkas dia.

Editorial Team