Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketua PWNU Jatim Singgung Kerukunan NU saat Mujahadah Kubro

Screenshot_20260208_131055_YouTube.jpg
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz. (Dok. Sekretariat Kepresidenan RI)
Intinya sih...
  • Ketua PWNU Jawa Timur singgung kerukunan di tubuh NU.
  • Potret kerukunan Bangsa Indonesia terlihat di Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, jaga tradisi persatuan, kesatuan, persaudaraan sebagai warga NU.
  • NU telah berusia seabad, menjadi organisasi dengan jumlah terbesar di Indonesia bahkan di dunia, menjalankan peran sebagai penjaga tradisi dan peneguh NKRI.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Tampaknya kerukunan jadi tema utama Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang pada Minggu (8/2/2026). Pasalnya mulai Presiden Republik Indonesia sampai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyinggung soal kerukunan di saat yang sama. Ini jadi sinyal atas kisruh kepengurusan yang sempat melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) antara kubu Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.

1. Ketua PWNU Jawa Timur singgung kerukunan di tubuh NU

Screenshot_20260208_131017_YouTube.jpg
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz. (Dok. Sekretariat Kepresidenan RI)

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan jika amanat Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari di tahun 1926 bahwa organisasi berdiri di atas prinsip keadilan, keamanan, perdamaian, dan kebaikan. Menurutnya, NU terasa manis bagi orang yang baik, tapi terasa sesak di tenggorokan orang yang jahat.

"Di dalam organisasi ini kalian semua harus saling menasihati dan bekerja sama dengan baik, melalui petuah yang menyembuhkan, dakwah yang menyelematkan, dan argumen yang kuat. Dawuh hadratussyeikh sangan relevan dan aktual hingga hari ini, bahwa menjaga ikatan berorganisasi, termasuk bernegara harus dengan ikat cinta kasih, saling menyayangi, rukun, bersatu, dan dengan ikatan jiwa raga. Betapa indahnya ungkapan dan makna dari pendiri NU," terangnya.

2. Potret kerukunan Bangsa Indonesia terlihat di Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

20260208_062105.jpg
Para peserta Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Prianyang akrab disapa Gus Kikin ini mengatakan bahwa NU senantiasa menjaga tradisi yang diwariskan pendiri nahdlatul ulama untuk selalu mempererat persatuan, kesatuan, persaudaraan sebagai warga NU guna menjaga Negara Kesatuan Republik Rndonesia (NKRI). Ia menunjukkan jika Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini jadi potret sebenarnya kerukunan sesama bangsa Indonesia meski berbeda organisasi atau agama sekalipun.

"Dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada pengurus Muhammadiyah yang menyiapkan 10 ribu bungkus konsumsi, sekolah di lingkungan stadion ikut menyediakan snack dan minuman, membuka lahan dan fasilitasnya bagi peserta mujahadah. Para pengurus gereja juga membuka pintu dan menyediakan fasilitasnya bagi warga NU. Bahkan dengan penuh arif dan toleran menggeser waktu kebaktian dari jadwal seharusnya," bebernya.

Ia melihat semangat kebersamaan ini mengingatkan wejangan KH Hasyim Asy'ari sejak 100 tahun lalu yang menyerukan kepada seluruh masyarakat segenap pengikut aliran dari golongan fakir miskin, hartawan, rakyat jelatah, sampai orang-orang kuat agar berbondong-bondong masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu, dan dengan ikatan jiwa raga. Menurutnya mujahadah kubro ini dilakukan tidak lain dalam rangkah menyambut seruan muaziz NU ini.

3. NU telah berusia seabad, jadi kabar gembira sekaligus amanah yang berat

20260208_062622.jpg
Para peserta Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Gus Kikin melihat NU telah menjelmah sebagai organisasi besar dengan anggota lebih dari 100 juta anggota. Ini menjadikan NU sebagai organisasi dengan jumlah terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Menurutnya ini merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan kerja keras.

"Kami menyadari memasuki abad ke-2 NU menjalankan peran sebagai penjaga tradisi dan peneguh NKRI bukan hal ringan. Karena itu, untuk terus mengembangkan peradaban berorginisasi kami berpedoman pada riset, sumber-sumber, seyakin-yakinnya pada kaidah dasar pendirian Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Di Depan Nahdliyin Prabowo Bicara Soal Kekayaan Negara yang Dicuri

08 Feb 2026, 16:29 WIBNews