Prabowo Singgung Kerukunan Pemimpin di Depan Petinggi NU

- Prabowo menekankan NU sebagai contoh persatuan Indonesia selama 1 abad.
- Prabowo mengingatkan pemimpin Indonesia agar tidak menyimpan dendam dan bersatu untuk kemajuan bangsa.
- Prabowo mengajak pemimpin Indonesia bersatu setelah kontestasi demi kepentingan bangsa.
Malang, IDN Times - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto hadir dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang pada Minggu (8/2/2026). Dalam acara tersebut hadir juga sejumlah pejabat negara seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
1. Prabowo menyebut jika NU jadi contoh persatuan Indonesia

Prabowo menyampaikan jika NU selalu menjadi contoh persatuan Indonesia, menurutnya NU selalu konsisten selama 1 abad ini. Ia menyatakan tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun.
"Oleh karena itu saya selalu mengajak semua unsur untuk bersatu. Boleh kita bersaing, boleh kita bertanding, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan," terangnya.
Perlu diketahui jika perpecahan di dalam tubuh organisasi NU antara kubu Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketum Yahya Cholil Staquf masih terjadi. Meskipun keduanya sempat dipertamukan oleh para kiai sepuh di Pindok Pesantren Lirboyo pada 25 Desember 2025.
2. Prabowo singgung pemimpin di Indonesia agar todak menyimpan dendam

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa tidak mungkin ada kemajuan atau kemakmuran kalau pemimpin-pemimpin Indonesia tidak rukun dan tidak kompak. Namun, Prabowo tidak menyebut secara eksplisit siapa pemimpin-pemimpin yang ia singgung.
"Para pemimpin di setiap eselon, para pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual, semua harus berpikir, berjuang, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia semua. Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain," tegasnya.
3. Prabowo mengajak pemimpin Indonesia bersatu setelah kontestasi

Prabowo menyebut jika pemimpin-pemimpin Indonesia harus bersatu demi kemajuan bangsa. Meskipun sebelumnya bersaing, ia meminta mereka tetap bersatu untuk kepentingan bangsa.
"Guru-guru kita dan kiai-kiai kita selalu mengajarkan mikul nduwur mendem jero, tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Beberapa tidak masalah, selesai berbeda cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat itu kepribadian bangsa Indonesia," pungkasnya.


















