38 Hotel di Surabaya Siap Serap Produk UMKM

- 38 hotel di Surabaya berkomitmen menyerap produk UMKM, seperti bahan pangan, sabun, dan sandal hotel.
- Kerjasama antara Pemkot Surabaya dan 38 hotel bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dengan melibatkan UMKM sebagai pemasok kebutuhan operasional hotel.
- Potensi serapan kebutuhan hotel per bulan sangat besar, mencakup berbagai komoditas utama seperti daging ayam, sayuran, buah-buahan, susu segar, telur, beras, gula, minyak goreng, dan slipper.
Surabaya, IDN Times - Sebanyak 38 Hotel di Surabaya berjanji akan menyerap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mulai dari bahan pangan, sabun, hingga sandal hotel. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong peningkatan ekonomi di Kota Pahlawan.
Penggunakan produk UMKM untuk hotel ini telah melalui kerjasama Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) antara Pemkot Surabaya dengan 38 hotel di Kota Pahlawan. Kerja sama bertajuk "Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel" ini, bertujuan untuk menjadikan UMKM dan warga lokal sebagai pemasok kebutuhan operasional hotel, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak para pelaku usaha, khususnya sektor perhotelan untuk bersinergi dalam memberikan dampak positif dan manfaat yang luas bagi warga Surabaya. "Saya ingin investasi ini bermanfaat untuk warga sekitar. Kalau hotel punya jaringan, kegiatan Surabaya juga bisa dipromosikan di sana. Intinya, kita harus bersatu untuk menaikkan okupansi pasca pandemi," ujar Eri.
Ia mengungkapkan, dalam NKB disepakati bahwa pihak hotel berkomitmen untuk menyerap kebutuhan logistik dari warga atau UMKM Surabaya, mulai dari daging sapi, daging ayam, telur, hingga kebutuhan perlengkapan hotel, seperti slipper dan lainnya.
Berdasarkan data rekapitulasi, potensi serapan kebutuhan hotel per bulan sangat besar. Beberapa komoditas utama yang dibutuhkan antara lain, 5,6 ton daging ayam dan 600 kilogram daging sapi, 4,7 ton sayuran, 12 ton buah-buahan, dan 3.200 liter susu segar, 8 ton telur, 3,5 ton beras, 4,3 ton gula, dan 2,6 ton minyak goreng, serta 39.000 pasang slipper. “Kebutuhan tersebut, sangat banyak sehingga inilah peluang besar bagi warga dan UMKM di Kota Pahlawan untuk naik kelas,” imbuhnya.
Dengan adanya kerja sama ini, Eri mendorong dinas terkait untuk memastikan UMKM mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan hotel melalui proses kurasi dan pelatihan. “Sekarang tinggal kita mampu atau tidak memenuhi standar mereka. Negara harus hadir membantu warga miskin agar produknya naik kelas," tegasnya.
Eri menambahkan bahwa langkah konkret ini, diambil untuk menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu warga tidak mampu melalui pemberdayaan ekonomi.
“Saya berharap kerja sama ini, dapat menciptakan suasana investasi yang aman dan nyaman agar ekonomi masyarakat dapat terus bergerak,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut baik kolaborasi ini. Selain komitmen penggunaan produk UMKM, dirinya juga mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya terkait kebijakan pengupahan.
"Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran atas dukungannya terkait revisi UMSK Surabaya tahun 2026. Ini memberikan ruang bagi hotel untuk lebih stabil secara finansial sehingga kami bisa terus bersinergi dengan UMKM demi kemajuan ekonomi Surabaya," kata Puguh.


















