Pesan Kader Muda NU Usai Mujahadah Kubro Satu Abad NU

- Kader muda NU berharap tidak ada lagi kisruh di tubuh PBNU
- Kader muda NU rela menginap di Stadion Gajayana sejak Sabtu malam
- Harapan kader muda NU setelah Mujahadah Kubro Satu Abad NU
Malang, IDN Times - Kisruh kepengurusan yang sempat melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) antara kubu Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, menyebabkan kader-kader muda NU risau. Tapi momen kebersamaan di Mujahadah Kubro Satu Abad NU jadi sinyal pasti bahwa perpecahan di tubuh PBNU kini telah berakhir.
1. Kader muda NU ini berharap tidak ada lagi kisruh di tubuh PBNU

Anggota Majelis Wilayah Kecamatan (MWC) NU Sumbermanjing Wetan, Erviana Saputri mengatakan jika ia sangat menyayangkan kisruh di tubuh PBNU sebelumnya. Pasalnya para petinggi NU ini merupakan contoh bagi kader-kader muda yang ada di bawahnya.
"Iya, sangat disayangkan juga. Tapi kalau kita lihat sebagai warga Nahdlatul Ulama kita tetap bersatu, Jadi untuk apa ribut-ribut tetapi kita saja sebagai warga NU tetap bersatu dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan," terangnya pada Minggu (8/2/2026).
Senada dengan Erviana, anggota MWC NU Sumbermanjing Wetan lain, Riska Rahmi juga tidak ingin adanya keributan di tubuh PBNU. Ia setuju dengan pendapat Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa pemimpin seharusnya merangkul dan bukan memecah belah. Apalagi menurutnya setiap berita negatif soal NU akan mudah digoreng oleh netizen.
"Harapannya NU lebih baik lagi dan mungkin media atau orang-orang jangan langsung menyimpulkan kalau ini salah. Harus melihat dulu permasalahannya apa, Harus melihat nya dengan cara jelas," ujarnya.
2. Kader muda NU ini rela menginap di Stadion Gajayana sejak Sabtu malam

Lebih lanjut, Erviana menceritakan jika ia datang dari Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang bersama sekitar 200 orang dengan menaiki 60 mobil. Mereka tiba di Stadion Gajayana pada hari Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka bahkan menginap di Stadion Gajayana demi mengamankan barisan depan panggung Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini.
"Karena ini momen langka sekali kita menghadiri satu abad NU. Kita menyempatkan waktu mumpung masih sehat, kita juga masih punya kesempatan jadi kita usahakan datang ke sini. Kesempatan tidak datang dua kali lagi. Kita juga sebagai generasi penerus Nahdlatul Ulama nantinya yang akan melanjutkan perjuangan-perjuangan para massaid dan para senior-senior kita," jelas alumni Universitas Negeri Malang (UM) ini.
3. Ini harapan kader muda NU setelah Mujahadah Kubro Satu Abad NU

Lebih lanjut, Erviana berharap kader muda NU kedepannya bisa terus belajar sehingga bisa menjadi kader yang bermanfaat bagi sekitar. Ia juga berharap agar Nahdlatul Ulama terus maju kedepannya. Ia juga mengapresiasi acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang dirancang dengan baik.
"Acaranya dikemas dengan baik. Kemudian untuk pengkondisian di luar bail juga, kemarin kita juga agak jalan jauh juga, kita lihat sudah terarah, yang hadir juga langsung tertata rapi. Yang di luar tadi juga terlihat dari drone, itu kayak terharu banget ternyata nah datang ulama sebesar itu," pungkasnya.

















