Kerajinan Kulit Ecoprint Magetan Tembus Prancis, Swiss hingga Amerika

- Kerajinan kulit ecoprint Magetan tembus pasar global
- Ecoprint di media kulit, motif unik dan eksklusif
- Dirintis dari jualan online, kini buka galeri dan libatkan perajin lokal
- Tembus pasar global, omzet capai Rp60 juta per bulan
Magetan, IDN Times – Inovasi kerajinan kulit bermotif ecoprint asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil mengantarkan pelaku UMKM lokal menembus pasar global. Produk berbahan kulit sapi dan domba buatan tangan ini kini telah diekspor ke sejumlah negara Eropa hingga Amerika Serikat.
Mengandalkan teknik pewarnaan alami dengan motif dedaunan, bunga, dan batang tanaman, kerajinan kulit ecoprint Magetan menawarkan keunikan yang tak bisa diproduksi secara massal. Keistimewaan inilah yang membuat produk tersebut diminati konsumen luar negeri.
1. Ecoprint di media kulit, motif unik dan eksklusif

Berbeda dengan ecoprint yang lazim diterapkan pada kain, pengrajin di Magetan mengembangkan teknik ini pada media kulit sapi dan domba. Prosesnya dilakukan melalui metode penguapan dengan bahan pewarna alami dari tanaman.
“Setiap lembar kulit motifnya tidak bisa sama. Justru itu yang dicari pembeli karena eksklusif,” ujar Tarni, saat ditemui di galeri Tarnie’s Leather miliknya, Minggu (8/2/2026).
Keunikan motif alami tersebut membuat setiap produk menjadi limited edition, sekaligus memiliki nilai tambah di mata konsumen, terutama pasar luar negeri yang menggemari produk handmade dan ramah lingkungan.
2. Dirintis dari jualan online, kini buka galeri dan libatkan perajin lokal

Usaha kerajinan kulit ecoprint ini dirintis Tarni sejak awal 2022. Pada awalnya, pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.
“Dulu cuma jual online lewat Instagram dan Facebook. Lama-lama pembeli yang lewat Magetan atau Sarangan mampir, akhirnya saya buka galeri,” jelasnya.
Seiring berkembangnya usaha, Tarni juga menggandeng perajin lokal, mulai dari pengolah kulit mentah hingga pembuat produk jadi. Kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi perajin di sekitar Magetan.
3. Tembus pasar global, omzet capai Rp60 juta per bulan

Saat ini, sekitar 98 persen penjualan Tarnie’s Leather masih dilakukan secara online, didukung jaringan reseller di berbagai daerah. Produk kerajinan kulit ecoprint asal Magetan telah dikirim ke Malaysia, Hong Kong, Turki, New York, Prancis, hingga Swiss.
“Rata-rata omzet di atas Rp35 juta per bulan. Kalau pesanan besar bisa sampai Rp60 juta, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran,” kata Tarni.
Menurutnya, konsumen luar negeri tertarik pada motif alami serta nilai budaya yang melekat pada setiap produk.
“Orang luar negeri suka produk handmade dengan motif alam dan identitas budaya Indonesia,” pungkasnya.
Keberhasilan UMKM kerajinan kulit ecoprint Magetan ini menunjukkan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi perajin lokal mampu membawa produk daerah bersaing dan diminati di pasar global.


















