Lamongan, IDN Times - Memasuki puncak musim kemarau, Jawa Timur (Jatim) mulai menghadapi ancaman kekeringan di sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Lamongan menjadi salah satu wilayah yang terdampak, dengan ratusan kepala keluarga mengalami krisis air bersih.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kekeringan melanda tiga kecamatan di Lamongan, yakni Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau. "Sebanyak 741 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber-sumber air mengalami penurunan debit," ujar Abdul Muhari, Kamis (6/8/2026).
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait telah mendistribusikan 40 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak pada Rabu (5/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sambil menunggu kondisi sumber air kembali pulih.
BNPB menyebut kekeringan di Lamongan menjadi bagian dari tren meningkatnya bencana hidrometeorologi kering yang mulai terjadi di sejumlah daerah di Indonesia selama musim kemarau tahun ini.
Selain kekeringan, Jatim juga masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Hingga Kamis pagi, proses pemadaman masih berlangsung karena api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Melihat meningkatnya potensi bencana akibat musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak serta menyiapkan cadangan air bersih, sementara pemerintah daerah didorong mempercepat distribusi air bersih dan melakukan pengeboran sumur di wilayah yang mengalami krisis air.
NPB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan BPBD di seluruh Indonesia agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Abdul Muhari.
Menurut BNPB, langkah antisipatif sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kekeringan, mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
