Kekeringan Meluas, 15 Daerah di Jatim Minta Bantuan Air Bersih

- Sebanyak 15 daerah di Jawa Timur mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan yang dipengaruhi El Nino, sementara 11 daerah sudah menerima pengiriman air.
- BPBD Jawa Timur mencatat 29 kabupaten/kota rawan kekeringan; 22 di antaranya telah menetapkan status siaga darurat menjelang puncak kemarau Agustus-September.
- BPBD menyalurkan bantuan setelah anggaran APBD daerah tidak mencukupi, sehingga permohonan diprioritaskan untuk wilayah yang paling membutuhkan.
Surabaya, IDN Times - Sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami Kekeringan dampak dari El Nino. Sebanyak 15 daerah meminta bantuan air bersih kepada BPBD Jawa Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, bulan Agustus dan September merupakan puncak musim kemarau. Sebanyak 29 wilayah di Jatim rawan mengalami kekeringan
"Dari potensi 29 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang punya rawan kekeringan, itu sudah ada 22 kabupaten kota yang membuat SK siaga darurat," ujar Gatot, Jumat (21/8/2026).
Gatot menyebut, sebanyak 15 daerah telah mengajukan permintaan bantuan air bersih. 11 di antaranya sudah dilakukan pengiriman air bersih.
"Kita sudah melakukan pendataan, 11 sudah dilakukan dropping air bersih dan nanti tetap kita menunggu permohonan-permohonan dari daerah mana yang sekiranya paling butuh untuk dilakukan dropping air bersih," ungkap dia.
Ia menuturkan, BPBD tidak langsung mengirim bantuan air. Hal ini menunggu kemampuan setiap daerah. Bila, anggaran daerah sudah tak mampu, maka pihaknya akan mengirim bantuan.
"Kita tidak bisa langsung membantu karena beberapa daerah memang masih menggunakan APBD-nya untuk melakukan dropping tersebut. Kalau APBD kabupaten kota tersebut sudah tidak mencukupi, barulah mereka mengajukan ke kami," pungkasnya.







![[OPINI] Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri](https://image.idntimes.com/post/20230301/whatsapp-image-2023-02-28-at-174058-1-e4bf3c3bf2edaab7f7f61fad4ccb6d29.jpeg)










