Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran TPA Supiturang Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau TPA Supit Urang. Dok. Pemprov Jatim.
  • Kebakaran TPA Supit Urang di Kota Malang sejak 21 Oktober 2026 belum padam sepenuhnya dan berdampak pada sekitar 15,5 hektare.

  • Pemprov Jatim mengerahkan helikopter water bombing; hingga Minggu pukul 18.00 WIB, 21 pengeboman air menjatuhkan total 21.000 liter.

  • Pemadaman membutuhkan penguraian timbunan sampah untuk menjangkau bara di dalam, dengan keselamatan petugas dan relawan diprioritaskan karena risiko ambles dan api muncul kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (21/10/2026)

Kebakaran terjadi di TPA Supit Urang, Kota Malang.

tanggal 23 kemarin pukul 11.00 WIB

Dukungan water bombing untuk pemadaman mulai diperoleh.

Minggu pukul 18.00 WIB

Helikopter PK-DBM telah melakukan 21 kali pengeboman air dengan total 21.000 liter air dijatuhkan.

hari ini

Water bombing dikerahkan untuk mempercepat pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau petugas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir Supit Urang belum sepenuhnya padam. Helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing pada area terdampak sekitar 15,5 hektare.
  • Who?
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, BPBD Jawa Timur, petugas pemadam, relawan, serta helikopter PK-DBM terlibat dalam penanganan kebakaran.
  • Where?
    Penanganan kebakaran berlangsung di TPA Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur.
  • When?
    Kebakaran terjadi sejak Rabu, 21 Oktober 2026. Hingga Minggu pukul 18.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan 21 kali.
  • Why?
    Water bombing dikerahkan untuk mempercepat pemadaman pada titik-titik yang sulit dijangkau penyiraman manual dan menjangkau sumber panas di dalam timbunan sampah.
  • How?
    Helikopter PK-DBM menjatuhkan total 21.000 liter air dalam tiga sortie. Petugas juga menyiram dan mengurai timbunan sampah agar air mencapai bara di bagian dalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tempat sampah besar Supit Urang di Malang terbakar dan apinya belum padam semua. Bu Khofifah mengirim helikopter untuk menjatuhkan air. Helikopter sudah menjatuhkan 21.000 liter air. Petugas dan relawan juga bekerja memadamkan api. Api di dalam tumpukan sampah masih susah dijangkau. Mereka harus hati-hati supaya tidak terluka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengerahan helikopter water bombing menunjukkan penanganan kebakaran TPA Supit Urang diperkuat melalui koordinasi lintas sumber daya. Sebanyak 21.000 liter air telah dijatuhkan untuk menjangkau titik sulit, sementara perhatian pada penguraian timbunan dan keselamatan personel mencerminkan upaya yang lebih terarah di tengah kondisi lapangan yang kompleks.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, belum sepenuhnya padam. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengerahkan dukungan operasi udara atau water bombing untuk membantu pemadaman kebakaran yang berdampak pada area sekitar 15,5 hektare tersebut.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim hingga Minggu pukul 18.00 WIB, helikopter PK-DBM dengan kapasitas water bucket 1.000 liter telah melakukan 21 kali pengeboman air. Total air yang dijatuhkan mencapai 21.000 liter.

Rinciannya, enam kali pengeboman air pada sortie pertama dengan total 6.000 liter, delapan kali pada sortie kedua sebanyak 8.000 liter, dan tujuh kali pada sortie ketiga sebanyak 7.000 liter.

Khofifah mengatakan dukungan udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemadaman, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau petugas melalui penyiraman manual.

Namun, operasi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan karena sejumlah wilayah lain di Jawa Timur juga membutuhkan dukungan serupa.

“Kita lihat hari ini ada water bombing. Ini tidak mudah hari ini untuk bisa mendapatkannya, karena sekian banyak daerah membutuhkan hal yang sama. Kita baru mendapatkan dukungan water bombing ini tanggal 23 kemarin pukul 11.00 WIB,” ujar Khofifah.

Kebakaran TPA Supit Urang terjadi sejak Rabu (21/10/2026). Meski penyiraman terus dilakukan, api tidak cukup ditangani hanya dengan membasahi permukaan tumpukan sampah. Petugas perlu mengurai timbunan agar air dapat menjangkau sumber panas yang masih tersembunyi di bagian dalam.

Khofifah mengingatkan, kondisi tersebut membuat upaya pemadaman berisiko bagi personel. Tumpukan sampah yang tidak stabil berpotensi ambles, sementara bara yang belum padam dapat kembali memunculkan asap maupun api.

“Kalau tidak ada hujan signifikan yang membasahi, bagian atas mungkin sudah disiram, tetapi di bawah masih ada bara atau sekam. Sumber asapnya banyak sekali,” katanya.

Khofifah meminta keselamatan petugas dan relawan menjadi prioritas. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat, tetapi mengingatkan agar upaya pemadaman tidak mengabaikan risiko di lokasi.

“Terima kasih kita kepada relawan yang sangat luar biasa. Kita masih melihat relawan sangat banyak sekali di sana. Mereka harus menanggung risiko yang berat,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk membakar sampah, karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan membahayakan banyak orang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article