Malang, IDN Times - Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, belum sepenuhnya padam. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengerahkan dukungan operasi udara atau water bombing untuk membantu pemadaman kebakaran yang berdampak pada area sekitar 15,5 hektare tersebut.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim hingga Minggu pukul 18.00 WIB, helikopter PK-DBM dengan kapasitas water bucket 1.000 liter telah melakukan 21 kali pengeboman air. Total air yang dijatuhkan mencapai 21.000 liter.
Rinciannya, enam kali pengeboman air pada sortie pertama dengan total 6.000 liter, delapan kali pada sortie kedua sebanyak 8.000 liter, dan tujuh kali pada sortie ketiga sebanyak 7.000 liter.
Khofifah mengatakan dukungan udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemadaman, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau petugas melalui penyiraman manual.
Namun, operasi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan karena sejumlah wilayah lain di Jawa Timur juga membutuhkan dukungan serupa.
“Kita lihat hari ini ada water bombing. Ini tidak mudah hari ini untuk bisa mendapatkannya, karena sekian banyak daerah membutuhkan hal yang sama. Kita baru mendapatkan dukungan water bombing ini tanggal 23 kemarin pukul 11.00 WIB,” ujar Khofifah.
Kebakaran TPA Supit Urang terjadi sejak Rabu (21/10/2026). Meski penyiraman terus dilakukan, api tidak cukup ditangani hanya dengan membasahi permukaan tumpukan sampah. Petugas perlu mengurai timbunan agar air dapat menjangkau sumber panas yang masih tersembunyi di bagian dalam.
Khofifah mengingatkan, kondisi tersebut membuat upaya pemadaman berisiko bagi personel. Tumpukan sampah yang tidak stabil berpotensi ambles, sementara bara yang belum padam dapat kembali memunculkan asap maupun api.
“Kalau tidak ada hujan signifikan yang membasahi, bagian atas mungkin sudah disiram, tetapi di bawah masih ada bara atau sekam. Sumber asapnya banyak sekali,” katanya.
Khofifah meminta keselamatan petugas dan relawan menjadi prioritas. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat, tetapi mengingatkan agar upaya pemadaman tidak mengabaikan risiko di lokasi.
“Terima kasih kita kepada relawan yang sangat luar biasa. Kita masih melihat relawan sangat banyak sekali di sana. Mereka harus menanggung risiko yang berat,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk membakar sampah, karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan membahayakan banyak orang.
