Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kata Damkar Surabaya Soal Tanda Kebocoran Gas Agar Tidak Meledak

Kota Surabaya
3 min read
Kata Damkar Surabaya Soal Tanda Kebocoran Gas Agar Tidak Meledak
Suasana ruko San Antonio Pakuwon City, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • DPKP Surabaya mengingatkan bau khas LPG sebagai tanda kebocoran, menyusul ledakan di rumah makan kawasan Pertokoan San Antonio, Pakuwon City.

  • Saat mencium bau gas, warga diminta mematikan kompor, mencopot regulator, membawa tabung ke ruang terbuka, serta menghindari api, rokok, dan sakelar listrik.

  • Tabung harus tegak dan berventilasi; cek sambungan dengan air sabun. Usaha kuliner wajib mematikan seluruh kompor sebelum mengganti tabung, dan darurat dapat menghubungi 112.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Ledakan gas elpiji dari sebuah rumah makan di kawasan Pertokoan San Antonio, Pakuwon City Surabaya menyisahkan kesedihah bagi semua pihak. Mengantisipasi hal serupa agar tak terjadi lagi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya memberikan tips pencegahan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada apabila mencium bau khas gas LPG di sekitar ruangan. Menurutnya, kebocoran gas sering kali tidak mengeluarkan suara, melainkan hanya menyebarkan bau yang khas.

"Begitu tercium bau gas, yang harus dilakukan adalah mematikan kompor dan segera mencopot regulatornya. Jika memungkinkan, segera bawa tabung gas ke luar ruangan terbuka agar gas tidak mengendap di dalam rumah," ujar Laksita Rini, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa sifat gas LPG lebih berat daripada udara, sehingga ketika terjadi kebocoran, gas cenderung turun dan menumpuk di area rendah atau dekat lantai. “Jika ruangan tertutup dan minim ventilasi, akumulasi gas tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu ledakan saat tersulut api,” terangnya.

Oleh karena itu, DPKP Kota Surabaya membagikan beberapa panduan penting bagi masyarakat saat menghadapi kebocoran gas LPG. Pertama, hindari pemicu api dan listrik. Ketika mencium bau gas, jangan sesekali menyalakan kompor, mengoperasikan sakelar listrik atau merokok di sekitar lokasi.

“Langkah kedua yang harus dilakukan adalah mencabut regulator dari tabung gas dan segera bawa tabung ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik,” ungkapnya.

Apabila terjadi kobaran api kecil di area tabung, masyarakat dapat menutupnya menggunakan kain basah sebelum membawanya keluar.

Kemudian, langkah ketiga adalah memastikan posisi tabung dalam posisi tegak saat diletakan atau dipasang, jauh dari sumber api, serta memiliki ventilasi di bagian bawah ruangan agar pertukaran udara berjalan lancar.

Untuk langkah keempat, Laksita Rini memberikan tips kepada masyarakat untuk melakukan pengecakan dengan air sabun ketika akan memasang gas LPG baru.

“Sebelum menggunakan tabung gas baru atau memasang regulator, oleskan air sabun pada bagian sambungan dan selang. Jika muncul gelembung udara, menandakan adanya kebocoran dan tabung jangan digunakan. Pastikan pula selang tidak retak dan sambungan terpasang rapat,” terangnya.

Bagi pengguna gas PGN, ia juga berpesan untuk selalu melakukan pengecekan gas, ketika dirasa ada kebocoran segera lalukan penanganan awal dengan mematikan keran aliran gas secara langsung.

Selain di lingkungan rumah tangga, pihaknya juga memberikan sosialisasi khusus kepada pemilik usaha kuliner, rumah makan, hingga katering. Ia mengingatkan, agar para pekerja tidak mengganti atau mencopot tabung gas secara langsung ketika kompor lain di sebelahnya masih dalam keadaan menyala.

"Sering terjadi di usaha katering, saat salah satu kompor habis, tabung langsung dicopot padahal kompor di sebelahnya masih menyala. Sisa gas yang keluar saat regulator dicopot bisa tersambar api dan memicu kebakaran. Harusnya matikan dulu semua kompor, baru ganti regulatornya," tegasnya.

Apabila masyarakat menemui kendala, kondisi darurat, atau membutuhkan bantuan penanganan kebakaran dan kebocoran gas, Pemkot Surabaya mengimbau warga untuk segera menghubungi layanan darurat Command Center 112.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More