Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wisman ke Jatim Melonjak 19 Persen, Tapi Hotel Sepi

Kota Surabaya
3 min read
Wisman ke Jatim Melonjak 19 Persen, Tapi Hotel Sepi
Jumlah wisman yang naik kereta mengalami pertumbuhan.(dok. KAI)
  • Kunjungan wisman melalui Bandara Juanda mencapai 41.024 pada Agustus 2026, naik 19,03 persen bulanan dan 9,67 persen tahunan; China menjadi penyumbang terbesar.

  • Meski wisman meningkat, okupansi hotel berbintang Jatim turun dari 52,72 persen menjadi 48,40 persen. Rata-rata menginap tamu asing juga turun menjadi 1,49 malam.

  • Perjalanan wisnus ke Jatim mencapai 16,44 juta, turun 4,99 persen dibanding Juli tetapi naik 2,35 persen tahunan. Surabaya menjadi tujuan terbesar dengan 2,15 juta perjalanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur (Jatim) melalui Bandara Internasional Juanda melonjak sepanjang Agustus 2026. Sebanyak 41.024 wisman tercatat masuk Jatim, naik 19,03 persen dibandingkan Juli yang hanya 34.464 kunjungan.

Namun, lonjakan wisatawan asing justru berbanding terbalik dengan kondisi perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim malah turun dari 52,72 persen pada Juli menjadi 48,40 persen pada Agustus 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, jumlah wisman pada Agustus 2026 juga tumbuh 9,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025, kunjungan wisman melalui Juanda tercatat sebanyak 37.406 kunjungan.

Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati mengatakan kenaikan jumlah wisman menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Jatim. "Pada bulan Agustus 2026 jumlah kunjungan wisman ke Jatim melalui pintu masuk Juanda sebanyak 41.024 kunjungan. Kondisi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juli 2026," ujarnya, Kamis (8/10/2026).

China menjadi penyumbang wisman terbesar ke Jatim. Sepanjang Agustus, tercatat 15.605 kunjungan wisatawan asal China, atau mencapai 38,04 persen dari total wisman yang masuk melalui Juanda. Malaysia berada di posisi kedua dengan 9.826 kunjungan, disusul Singapura sebanyak 2.610 kunjungan.

Dari pertumbuhan bulanan, wisatawan asal Malaysia mencatat lonjakan paling tinggi. Jumlahnya meningkat 47,27 persen dibandingkan Juli atau bertambah 3.154 kunjungan. Sementara secara tahunan, pertumbuhan tertinggi dicatat wisatawan asal Taiwan yang naik 22,69 persen dibandingkan Agustus 2025 atau bertambah 162 kunjungan.

Meski pintu masuk Juanda ramai wisatawan asing, kondisi hotel justru menunjukkan cerita berbeda. TPK hotel berbintang Jatim turun 4,32 poin dalam sebulan. Penurunan terjadi di seluruh kelas hotel. TPK hotel bintang satu turun 6,49 poin, bintang dua turun 2,70 poin, bintang tiga turun 3,19 poin, bintang empat turun 5,67 poin, dan bintang lima turun 4,98 poin. Hotel bintang dua tercatat memiliki tingkat hunian tertinggi pada Agustus, yakni 50,53 persen.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kota Mojokerto mencatat TPK hotel bintang tertinggi di Jatim sebesar 67,71 persen. Disusul Kabupaten Gresik 61,06 persen dan Kabupaten Sidoarjo 60,99 persen. Sebaliknya, Kabupaten Trenggalek mencatat tingkat hunian terendah dengan hanya 17,44 persen. Berikutnya Kabupaten Mojokerto 27,71 persen dan Kabupaten Pasuruan 28,50 persen.

Tak hanya okupansi hotel yang menurun, lama tinggal wisatawan asing juga ikut terpangkas. Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang Jatim pada Agustus 2026 hanya 1,49 malam, turun 0,04 poin dibandingkan Juli.

Untuk seluruh tamu, rata-rata lama menginap tercatat 1,32 malam, turun 0,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan perjalanan menuju Jatim juga mengalami penurunan secara bulanan. BPS mencatat sebanyak 16,44 juta perjalanan wisnus pada Agustus 2026, turun 4,99 persen dibandingkan Juli.

Meski demikian, angka tersebut masih tumbuh 2,35 persen dibandingkan Agustus 2025.

Surabaya menjadi daerah tujuan perjalanan wisnus terbesar di Jatim dengan 2,15 juta perjalanan. Kabupaten Malang berada di posisi berikutnya dengan 1,11 juta perjalanan. BPS berharap tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim dapat dipertahankan pada bulan-bulan berikutnya. "Diharapkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada bulan-bulan berikutnya selalu mengalami peningkatan," pungkas Herum.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More