Ditinggal Hajatan, 5 Rumah Warga Ngawi Dibobol Maling, Rp16 Juta Raib

Lima rumah warga Desa Sidorejo, Geneng, Ngawi, dibobol saat pemiliknya membantu hajatan pernikahan tetangga pada Kamis siang.
Uang tunai Rp16,35 juta hilang dari rumah Sri Murtini dan Sri Lestari; tiga rumah lain juga dibobol tanpa laporan kehilangan barang berharga.
Polisi telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku, yang jumlah serta identitasnya belum diketahui.
Ngawi, IDN Times – Lima rumah warga Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dibobol maling saat pemiliknya membantu hajatan pernikahan tetangga, Kamis (8/10/2026) siang. Uang tunai Rp16,35 juta dilaporkan hilang dari dua rumah korban.
Salah satu korban, Sri Murtini (42), kehilangan uang Rp15 juta yang disimpan di dalam lemari kamar. Uang tersebut sedianya digunakan untuk membayar pinjaman bank.
Istri Fauzi (45), perajin kerupuk, itu tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui uangnya raib. Pencuri diduga masuk dengan mencongkel jendela samping rumah saat dirinya pergi rewang, atau membantu tetangga yang menggelar hajatan.
Kapolsek Geneng, IPTU Harli Prabowo, mengatakan polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan pencurian.
“Benar ada lima rumah yang dibobol maling. Kerugian sekitar Rp16 juta lebih. Modus pelaku memanfaatkan situasi hajatan, ketika warga sedang rewang membantu dan rumah-rumah kosong,” ujarnya, Jumat pagi (9/10/2026).
Selain rumah Sri Murtini, pelaku juga menyasar rumah Sri Lestari (38), Misdi (56), Sami (70), dan Ucik (38). Pencurian diduga berlangsung dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.
Di rumah Sri Lestari, pelaku diduga masuk melalui jendela samping dan mengacak-acak isi rumah. Korban kehilangan uang tunai Rp1,35 juta.
“Rumah ditinggal rewang. Pas pulang, rumah sudah diacak-acak maling. Uang saya Rp1,35 juta hilang,” tuturnya.
Sementara itu, dari rumah milik Misdi, Sami, dan Ucik, belum ditemukan laporan kehilangan uang maupun barang berharga.
Berdasarkan keterangan korban, uang yang hilang dari rumah Sri Murtini mencapai Rp15 juta, sedangkan dari rumah Sri Lestari sebesar Rp1,35 juta. Dengan demikian, total uang yang dilaporkan hilang dari kedua rumah tersebut mencapai Rp16,35 juta.
Adapun tiga rumah lainnya turut dibobol, tetapi belum ada barang berharga atau uang yang dilaporkan hilang.
Peristiwa itu terjadi ketika warga setempat membantu Yudi (60), yang menggelar hajatan pernikahan anaknya. Pelaku diduga memanfaatkan situasi saat rumah-rumah ditinggalkan pemiliknya.
Polisi masih mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk membantu mengidentifikasi dan memburu pelaku.
Hingga kini, identitas dan jumlah pasti pelaku belum diungkap. Dugaan keterlibatan lebih dari satu orang masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan.




















