Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Muncul Beruntun di Madiun Raya, Lawu dan Wilis Terbakar

Kab. Madiun
3 min read
Karhutla Muncul Beruntun di Madiun Raya, Lawu dan Wilis Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan terjadi berurutan di Gunng Lawu hingga Willis di Madiun. IDN Times/Riyanto.
  • Karhutla beruntun melanda kawasan pegunungan Madiun Raya, mencakup hutan Gunung Lawu di Magetan dan Ngawi, serta sejumlah titik di Ponorogo dan lereng Gunung Wilis, Madiun.

  • PDi Magetan, api membakar sekitar 8 hektare hutan produksi; di Ngawi diperkirakan puluhan hektare hutan lindung terdampak. Medan terjal dan vegetasi kering menyulitkan pemadaman.

  • Kebakaran Bukit Pangangonan, Madiun, menghanguskan sekitar 5 hektare sabana dan hutan pinus, namun telah padam. Petugas tetap memantau serta memperkuat sekat bakar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Madiun, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) muncul beruntun di kawasan pegunungan Madiun Raya. Dalam beberapa hari terakhir, api membakar kawasan hutan di Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. Terbaru, kebakaran terjadi di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Madiun.

Medan yang terjal dan kondisi vegetasi yang kering menjadi tantangan petugas dalam melakukan pemadaman. Sejumlah kawasan yang terbakar juga berada di wilayah perbatasan antarkabupaten.dd$

  1. 1. Lereng Lawu Magetan dan Ngawi terbakar

    Riyanto
    8 hektare hutan produksi ditanami pinus di Petak 66 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, hangus terbakar. IDN Times/Riyanto.

    Kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan Gunung Lawu wilayah Magetan pada Rabu (16/9/2026). Api membakar sekitar 8 hektare hutan produksi di Petak 66 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo.

    Api membakar kawasan yang didominasi tanaman pinus, serasah, dan tumbuhan bawah. Petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat bakar.

    Di sisi lain, kebakaran juga melanda kawasan hutan lindung Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi. Api membakar kawasan Petak 41 dan 42E, RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, KPH Ngawi.

    Luasan area terdampak diperkirakan mencapai puluhan hektare. Medan yang terjal membuat sebagian titik sulit dijangkau sehingga petugas melakukan penanganan dari lokasi yang memungkinkan dan memperkuat ilaran.

  2. 2. Ponorogo silanda kebakaran di sejumlah kawasan

    Riyanto
    Kebakaran hutan dan lahan terjadi berurutan di Gunng Lawu hingga Willis di Madiun. IDN Times/Riyanto.

    Karhutla juga terjadi di sejumlah kawasan pegunungan Kabupaten Ponorogo. Kebakaran antara lain terjadi di Pegunungan Wilis, Gunung Pringgitan, Gunung Kukusan, dan Gunung Tumpuk.

    Di kawasan Pegunungan Wilis, lokasi kebakaran berada di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk. Medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam penanganan.

    Sementara di Gunung Pringgitan, api sempat mendekati permukiman warga. Petugas bersama masyarakat melakukan pemadaman agar kobaran tidak semakin dekat dengan rumah penduduk.

    Kebakaran lainnya terjadi di Gunung Kukusan, Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal. Api kemudian merembet ke Gunung Tumpuk di Desa Pager.

    Berdasarkan kaji cepat BPBD Ponorogo, area terdampak di dua lokasi tersebut mencapai sekitar 7,5 hektare.

  3. 3. Lereng Wilis Madiun terbakar, api sudah padam

    Riyanto
    Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berhasil di padamkan. IDN Times/Riyanto.

    Terbaru, kebakaran terjadi di kawasan Bukit Pangangonan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, dalam dua hari terakhir.

    Api membakar padang sabana dan hutan pinus dengan luas sekitar 5 hektare. Perhutani bersama kepolisian, BPBD, dan masyarakat melakukan pemadaman serta pemantauan di lokasi.

    Asper Perhutani BKPH Wilis Utara, Endro Yulianto, mengatakan api di Petak 47B Bukit Pangangonan telah berhasil dikendalikan.

    "Alhamdulillah api di petak 47B Bukit Pangangonan sudah berhasil kami kendalikan. Sekarang dalam situasi aman terkendali," ujar Endro.

    Petugas juga membuat sekat bakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Lokasi yang terbakar disebut cukup jauh dari permukiman warga.

    Terkait penyebab kebakaran, Perhutani belum dapat memastikan. Namun, terdapat dugaan sementara api merupakan rembetan dari kawasan Puncak Liman di perbatasan Nganjuk dan Ponorogo.

    "Praduga kami, dilihat dari titik api yang ada, kelihatannya itu rembetan dari wilayah Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Puncak Liman. Tapi kami belum bisa memastikan," katanya.

    Kapolsek Kare AKP Gunawan memastikan pada Kamis (17/9/2026) tidak lagi ditemukan titik api di wilayah Kabupaten Madiun.

    "Untuk kondisi saat ini api sudah tidak ada, sudah padam. Jadi titik api sampai saat ini untuk wilayah Kabupaten Madiun sudah tidak terpantau," katanya.

    Meski api telah padam, petugas gabungan tetap melakukan pemantauan dan memperkuat sekat antarpetak hutan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More