Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Butak dan Kawinajang Capai 1.000 Ha,Water Bombing Diterjunkan
Pantauan karhutla di kawasan Gunung Butak. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)
  • Karhutla di Gunung Butak, Malang, dan Gunung Kawinajang, Blitar, telah berdampak sekitar 1.000 hektare; titik api di puncak gunung menyulitkan akses tim darat.
  • BPBD Jatim mengandalkan pemadaman udara, dengan 44 kali water bombing dalam tiga hari serta puluhan ribu liter air, sambil tim gabungan membuat sekat bakar.
  • Karhutla juga melanda sekitar 50 hektare kawasan Gunung Wilis, Nganjuk; tim gabungan menangani kebakaran melalui pembuatan sekat bakar di empat titik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Setelah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Bromo dan Gunung Lawu mereda, BPBD Jatim kini berfokus pada penanganan Karhutla di kawasan Gunung Butak Kabupaten Malang dan Gunung Kawinajang Kabupaten Blitar.

1. Karhutla di Gunung Butak dan Kawinajanh telah mencapai 1.000 hektare

Upaya pemadaman di Gunung Buthak. (Dok. BPBD Jatim)

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengungkapkan kalau berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini luas area terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Butak dan Kawinajang telah mencapai sekitar 1.000 hektare. Lokasi api yang berada di puncak gunung membuat tim darat kesulitan menjangkau titik api.

"Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini. Karena operasi pemadaman hanya bisa dilakukan lewat jalur udara karena titik api di puncak gunung," terangnya pada Sabtu (19/9/2026).

2. Water bombing telah dilakukan 44 kali dalam 3 hari

Helikopter yang digunakan untuk melakukan water bombing di Gunung Butak dan Kawinajang. (Dok. BPBD Jatim)

Gatot mengungkapkan kalau pada Rabu (16/9/2026) mereka melakukan water bombing telah dilaksanakan sebanyak 11 kali di Gunung Butak dan Kawinajang dengan curahan air sebanyak 11.000 liter. Lalu pada Kamis (17/9/2026), water bombing juga telah dilakukan sebanyak 15 kali dengan curahan air mencapai 15.000 liter.

Pada hari Selasa (15/9/2026), kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan. Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan," bebernya.

Kemudian pada Jumat (18/9/2026), aksi pemadaman dengan menggunakan water bombing telah dilakukan sebanyak 16 kali, dengan curahan air sebanyak 16.000 liter. Water bombing kali ini menyasar sejumlah titik api yang terpantau masih menyala diantaranya di atas Pos Meja Bunder, Gunung Malang, sebelah utara Pos 3 Butak, dan sebelah utara Pos 4 Batu Tulis.

Selain menggunakan jalur udara, BPBD Jatim juga mengerahkah tim darat yang terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Blitar, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan warga setempat. Tim Gabungan ini dibagi dua gelombang, yang berangkat dari Posko Precet Gunung Kawi menuju Puncak Pitrang, Petak 177 RPH Gendogo, dan area Pos 3 Batu Tulis.

"Gelombang pertama berangkat pukul 03.00 WIB dini hari dan gelombang kedua berangkat pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan pemadaman api secara manual dan membuat sekat bakar, guna mencegah api semakin melua," jelasnya.

3. Karhutla juga dilaporkan terjadi di Gunung Wilis

Posko pemadaman Gunung Butak dan Kawinajang. (Dok. BPBD Jatim)

Gatot juga melaporkan kalau Karhutla menimpa kawasan Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk, dengan area terdampak mencapai sekitar 50 hektar. Kebakaran inj awalnya terjadi pada Rabu (16/9/2026) pukul 06.15 WIB di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Saat ini karhutla telah ditangani oleh tim gabungan dengan membuat sekat bakar di 4 titik, yakni, di Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik/Sedepok dan Candi Laras.

"Saat ini kita terus mengupayakan pemadaman semaksimal mungkin karena karhutlah terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur. Kita akan maksimalkan sumberdaya yang ada," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article