Malang, IDN Times - Warga Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang digegerkan dengan bangunan peternakan ayam yang ambruk. Bangunan ini menimpa 5 orang pekerja, 1 di antaranya meninggal dunia dan 1 lainnya masih dalam pencarian karena tertimbun material bangunan.
Kandang Ayam di Malang Ambruk, 5 Pekerja jadi Korban

1. Kronologi bangunan kandang ayam di Malang ambruk
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto menceritakan jika kejadian ini terjadi pada Selasa (24/2/2026) pukul 09.19 WIB. Kandang ayam yang diketahui milik Wawan tiba-tiba ambruk karena bagian belakang bangunan atau sisi utara bangunan mengalami amblas.
Amblasnya bangunan ini diduga karena kapasitas di dalam bangunan yang berlebihan. Diketahui jika bangunan yang didominasi kayu ini juga menyimpan pakan ayam dan serbuk kayu yang membuat beban bangunan menjadi berlebihan.
"Kejadian ini membuat para pekerja menyelamatkan diri. Ada 5 orang yang berhasil menyelamatkandiri yaitu Yanto, Yono, Woto, Yanuar, Roni. Sedangkan 2 pekerja lainnya terjebak di reruntuhan bangunan," terangnya.
2. Seorang pekerja meninggal dunia, sementara 1 pekerja masih tertimbun
Purwoto menyampaikan jika seorang pekerja yang meninggal dunia bernama Thomas asal Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Sementara 1 pekerja yang belum ditemukan karena tertimbun material bangunan adalah Rian asal Kabupaten Lumajang.
"Sejak pukul 10.40 WIB kami sudah berada di lokasi dan melaksanakan pencarian, tapi belum ditemukan. Sementara 3 korban luka-luka sudah kita evakuasi dan bawa ke puskesmas untuk perawatan," jelasnya.
3. Petugas membutuhkan tambahan peralatan untuk melakukan pencarian
Lebih lanjut, Purwoto menyampaikan jika timnya saat ini masih melakukan pencarian korban yang belum ditemukan. Ia mengungkapkan jika mereka membutuhkan bantuan peralatan untuk mempercepat proses pencarian.
"Kebutuhan untuk tandu, masker,.sarung tangan, dan kantong mayat sudah terpenuhi. Tapi kita membutuhkan tambahan gerinda potong atau Cutsaw untuk besi saat ini," pungkasnya.