Surabaya, IDN Times - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) selama dua hari terakhir belum otomatis menjadi tanda bahwa musim hujan telah dimulai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki kriteria khusus untuk menetapkan awal musim hujan, bukan sekadar melihat hujan turun selama beberapa hari.
Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan menjelaskan, penetapan awal musim hujan didasarkan pada jumlah curah hujan yang terukur dalam satu zona musim (ZOM) dan keberlanjutannya pada dasarian berikutnya.
“Menurut klimatologi, dikatakan musim hujan jika hujan yang tertakar dalam suatu zona musim itu di atas 50 milimeter, diikuti dasarian-dasarian berikutnya,” jelas Taufiq di Surabaya, Rabu (28/10/2026).
Dasarian merupakan periode waktu selama 10 hari. Artinya, hujan yang turun selama dua hari belum cukup untuk memastikan suatu wilayah telah memasuki musim hujan. Apalagi, durasi hujan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah curah hujan yang tercatat di alat ukur.
“Kalau dalam satu dasarian 50 milimeter, tetapi dasarian berikutnya belum mencapai 50 milimeter, belum dikatakan musim hujan,” terangnya.
Taufiq menyebut, Jatim memiliki 74 zona musim. Wilayah ZOM tidak selalu mengikuti batas administrasi pemerintahan karena satu zona dapat melintasi kabupaten, kecamatan, hingga desa yang memiliki karakteristik curah hujan serupa.
Berdasarkan klasifikasi BMKG, awal musim hujan di Jatim diprakirakan berlangsung bertahap. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada dasarian ketiga November, yakni periode 20 - 30 November, dengan cakupan sekitar 8,5 persen dari luas daratan Jatim.
Sementara itu, sekitar 44,6 persen luas daratan Jatim diprakirakan memasuki musim hujan pada Desember. Periode awal Desember atau dasarian pertama menjadi waktu yang dominan, disusul wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada dasarian kedua dan ketiga Desember.
Artunya, awal musim hujan di Jatim tidak berlangsung serentak. Hujan yang sudah turun di suatu daerah belum tentu menandakan wilayah lain di sekitarnya juga telah memasuki musim hujan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi cuaca dan perkembangan prakiraan musim di wilayah masing-masing. Sebab, kepastian awal musim hujan ditentukan berdasarkan pengamatan curah hujan, bukan hanya dari hujan yang terasa turun selama satu atau dua hari.
