Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hujan 2 Hari di Jatim Ternyata Belum Masuk Musimnya
Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • BMKG menegaskan hujan dua hari di sejumlah wilayah Jawa Timur belum menandakan musim hujan dimulai karena penetapannya memakai ukuran curah hujan dan keberlanjutan dasarian.

  • Musim hujan ditetapkan bila curah hujan dalam satu zona musim melampaui 50 milimeter dan kondisi tersebut berlanjut pada dasarian berikutnya; satu dasarian berlangsung 10 hari.

  • Awal musim hujan Jatim diprakirakan bertahap: sekitar 8,5 persen wilayah pada 20–30 November, sedangkan 44,6 persen wilayah memasuki musim hujan selama Desember.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dua hari terakhir

Hujan mengguyur sejumlah wilayah Jawa Timur, tetapi belum cukup untuk menandakan dimulainya musim hujan.

Rabu (28/10/2026)

BMKG Juanda menjelaskan awal musim hujan ditetapkan jika curah hujan suatu zona musim melebihi 50 milimeter dan berlanjut pada dasarian berikutnya.

20 - 30 November

Sekitar 8,5 persen luas daratan Jawa Timur diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada dasarian ketiga November.

Desember

Sekitar 44,6 persen luas daratan Jawa Timur diprakirakan memasuki musim hujan secara bertahap, terutama pada awal Desember hingga dasarian kedua dan ketiga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hujan yang turun selama dua hari di sejumlah wilayah Jawa Timur belum ditetapkan sebagai awal musim hujan.
  • Who?
    BMKG Kelas I Juanda dan Kepala BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan menyampaikan kriteria penetapan awal musim hujan kepada masyarakat Jawa Timur.
  • Where?
    Sejumlah wilayah Jawa Timur, yang terbagi dalam 74 zona musim dengan batas wilayah dapat melintasi kabupaten, kecamatan, dan desa.
  • When?
    Penjelasan disampaikan di Surabaya pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sebagian wilayah diprakirakan memasuki musim hujan pada 20–30 November 2026.
  • Why?
    Awal musim hujan memerlukan curah hujan lebih dari 50 milimeter dalam satu dasarian dan berlanjut pada dasarian berikutnya; hujan dua hari belum memenuhi kepastian tersebut.
  • How?
    BMKG menetapkan musim hujan melalui pengukuran curah hujan per dasarian atau 10 hari di setiap zona musim, lalu memantau keberlanjutan curah hujan pada periode berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hujan turun dua hari di Jawa Timur, tapi musim hujan belum mulai. Pak Taufiq dari BMKG bilang hujan harus banyak, lebih dari 50 milimeter selama 10 hari, lalu tetap banyak setelahnya. Jawa Timur punya 74 daerah musim. Sebagian mungkin mulai hujan pada akhir November, dan banyak daerah pada Desember.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan BMKG memberi masyarakat Jawa Timur dasar yang lebih jelas untuk memahami perubahan cuaca secara bertahap. Dengan pengamatan curah hujan yang terukur di 74 zona musim serta prakiraan waktu yang rinci, warga dapat membedakan hujan sementara dari awal musim hujan dan mengikuti perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) selama dua hari terakhir belum otomatis menjadi tanda bahwa musim hujan telah dimulai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki kriteria khusus untuk menetapkan awal musim hujan, bukan sekadar melihat hujan turun selama beberapa hari.

Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan menjelaskan, penetapan awal musim hujan didasarkan pada jumlah curah hujan yang terukur dalam satu zona musim (ZOM) dan keberlanjutannya pada dasarian berikutnya.

“Menurut klimatologi, dikatakan musim hujan jika hujan yang tertakar dalam suatu zona musim itu di atas 50 milimeter, diikuti dasarian-dasarian berikutnya,” jelas Taufiq di Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Dasarian merupakan periode waktu selama 10 hari. Artinya, hujan yang turun selama dua hari belum cukup untuk memastikan suatu wilayah telah memasuki musim hujan. Apalagi, durasi hujan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah curah hujan yang tercatat di alat ukur.

“Kalau dalam satu dasarian 50 milimeter, tetapi dasarian berikutnya belum mencapai 50 milimeter, belum dikatakan musim hujan,” terangnya.

Taufiq menyebut, Jatim memiliki 74 zona musim. Wilayah ZOM tidak selalu mengikuti batas administrasi pemerintahan karena satu zona dapat melintasi kabupaten, kecamatan, hingga desa yang memiliki karakteristik curah hujan serupa.

Berdasarkan klasifikasi BMKG, awal musim hujan di Jatim diprakirakan berlangsung bertahap. Sebagian wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada dasarian ketiga November, yakni periode 20 - 30 November, dengan cakupan sekitar 8,5 persen dari luas daratan Jatim.

Sementara itu, sekitar 44,6 persen luas daratan Jatim diprakirakan memasuki musim hujan pada Desember. Periode awal Desember atau dasarian pertama menjadi waktu yang dominan, disusul wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada dasarian kedua dan ketiga Desember.

Artunya, awal musim hujan di Jatim tidak berlangsung serentak. Hujan yang sudah turun di suatu daerah belum tentu menandakan wilayah lain di sekitarnya juga telah memasuki musim hujan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi cuaca dan perkembangan prakiraan musim di wilayah masing-masing. Sebab, kepastian awal musim hujan ditentukan berdasarkan pengamatan curah hujan, bukan hanya dari hujan yang terasa turun selama satu atau dua hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article