Surabaya, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali melakukan penanganan infrastruktur jalan nasional guna mendukung jalur mudik Lebaran tahun 2025. Pekerjaan fisik di jalan nasional akan dihentikan sementara mulai 21 Maret - 11 April 2025.
Kepala BBPJN Jam – Bali, Gunadi Antariksa menyampaikan berdasar data hasil Survei Kondisi Jalan Semester 2 tahun 2024, dari total 2.259,46 kilometer panjang jalan nasional di Jatim, kondisi kemantapannya adalah 97,57 persen atau sepanjang 2.204,59 kilometer . "Adapun untuk jalan nasional dengan kondisi tidak mantap di Jawa Timur adalah sepanjang 54,87 kilometer atau 2,43 persen," ujarnya, Kamis (19/3/2025).
Namun, cuaca ekstrem yang melanda sebagian kawasan Jatim, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), turut memberikan dampak terhadap kerusakan-kerusakan pada jalan nasional. Menurut Gunadi, pihaknya telah menurunkan m untuk melakukan monitoring kondisi jalan terkini. "Kami telah menerjunkan m kesiapan jalur lebaran untuk memantau kerusakan jalan nasional akibat cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur dan Bali akhir-akhir ini," katanya.
"Dari hasil monitoring, diketahui bahwa cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat sangat berdampak pada kondisi jalan nasional menyebabkan kerusakan jalan di beberapa ruas jalan” kata Gunadi menambahkan.
Gunadi telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera melakukan penanganan terhadap kerusakan jalan yang telah teriden fikasi. “Jadi saya telah menginstruksikan kepada para kepala satuan kerja dan para PPK untuk menangani kerusakan jalan tersebut," katanya. "Diharapkan kerusakan jalan tersebut dapat ditangani sampai dengan H-10 Lebaran dan sudah tidak ada lagi pekerjaan di lapangan," tegas Gunadi.
Dalam proses perbaikan, BBPJN Jam - Bali menggunakan material Tambalan Cepat Mantap (TCM) serta bongkaran aspal dengan metode Cold Milling Machine (CMM) dan Hotmix. Selain itu, beberapa perbaikan juga mendapatkan dukungan dari program CSR bersama Dinas PUTR Kabupaten Gresik, PT Petrokimia Gresik, dan PT Punakawan, yang menyumbangkan material Cold Paving Hot Mix (CPHM) 10 ton.
