Surabaya, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut hujan yang terjadi di Kota Surabaya karena adanya gangguan atmosfer. Saat ini, Surabaya belum memasuki musim hujan.
Pantauan IDN Times, hampir seluruh wilayah di Kota Surabaya hujan sejak pukul 18.30 WIB hingga 23.00 WIB. Hujan yang turun pun dengan intensitas cukup deras.
Prakirawan cuaca BMKG Juanda, Bhilda Maulida mengatakan, saat ini Kota Surabaya dan sekitarnya belum memasuki musim hujan. Musim hujan akan mulai datang pada Desember 2026 nanti.
“Saat ini wilayah jawa timur belum dapat dikatakan masa peralihan musim karena angin timuran belum melemah,” kata dia, Selasa (27/10/2026). Di Surabaya juga tidak operasi modifikasi cuaca (OMC).
Hujan yang turun di Kota Surabaya disebankan karena adanya gangguan atmosfer. Gangguan atmosfer tersebut yang memicu munculnya gelombang awan hujan.
“Sejak kemarin hingga hari ini terdapat gangguan gelombang atmosfer di Jawa Timur serta parameter lain seperti suhu, kelembaban dan labilitas udaranya juga mendukung untuk pertumbuhan awan hujan di Surabaya,” ujar Bhilda.
Ia menuturkan, gangguan atmosfer itu akibat interaksi berbagai elemen, mulai dari perbedaan suhu udara, rotasi bumi, pergerakan massa udara sampai tekanan udara. "Terbentuk hujan atau tidaknya tergantung kondisi atmosfer skala lokal,” paparnya.
Ia menegaskan, sampai saat ini wlayah Jawa Timur belum memasuki musim peralihan menuju musim hujan dan masih berada di pertengahan musim kemarau.
Di sisi lain, BMKG menyebut cuaca panas masih akan terjadi di Kota Surabaya dengan suhu mencapai 36 derajat celsius. "Suhu maksimum di Surabaya pada siang hari masih dapat mencapai 36 celcius, namun tidak begitu terasa terik karena tutupan awan yang cukup banyak,” terang dia.
Kota Surabaya bakal kembali diguyur hujan pada hari ini. Untuk itu, masyarakat diimbau selalu memantau perkiraan cuaca harian. "Jangan lupa sedia payung atau mantel agar dapat beraktivitas di luar ruangan dengan nyaman,” pungkasnya.
